DONALD TRUMP & KIM JONG UN DI SINGAPURA

Sekitar 2.500 Wartawan Dunia Liput KTT Trump-Kim di Singapura. Dua Jurnalis Korsel Dideportasi

Dua staf penyiar nasional Korea Selatan (Korsel) atau KBS telah dideportasi dari Singapura.

Sekitar 2.500 Wartawan Dunia Liput KTT Trump-Kim di Singapura. Dua Jurnalis Korsel Dideportasi
getty images
Keamanan Singapura bersiaga selama proses KTT Donald Trum-Kim Jong-un. 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA- Dua staf penyiar nasional Korea Selatan (Korsel) atau KBS telah dideportasi dari Singapura.

Mereka dipulangkan paksa setelah mereka ditangkap karena masuk tanpa izin ke Kedutaan Besar Korea Utara (Korut), kata polisi Minggu (10/6/2018) seperti dikutip TRIBUNBATAM.id dari ChannelNewsAsia, Senin (11/6/2018).

Kehadiran dua staf penyiar nasional tersebut dua hari sebelum digelarnya konferensi tingkat tinggi (KTTP) antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un, di Pulau Sentosa, Singapura, besok, Selasa (12/6/2018).

Menteri Hukum dan Urusan Dalam Negeri Singapura K Shanmugam mengatakan salah satu yang ditolak masuk ke Singapura karena di handphone-nya ditemukan video 'bom bunuh diri'.

Penolakan dan deportasi tersebut sudah dilakukan pada Sabtu (9/6/2018) lalu.

Dilansir dari ChannelNewsAsia, ada kurang lebih 2.500 wartawan dari berbagai media di dunia untuk meliput kegiatan selama Donald Trump dan Kim Jong-un berada di Singapura.

Baca: Donald Trump Bertemu PM Singapura di Istana dan Makan Siang. Ini Menu Istimewa yang Disajikan

Baca: Donald Trump Susul Kim Jong Un ke Singapura. Mendarat di Bandara Changi Pukul 08.20 Waktu Setempat

Dua staf KBS yang dideportasi adalah penyiar nasional media Korea Selatan yang mengoperasikan radio, televisi dan layanan online.

Sebelumnya pada hari Minggu, Shanmugam mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa orang telah dicegah memasuki Singapura.

Baca: Bukan Deportasi, WNI yang Ditolak Singapura Karena Ada Video Ini di HP-nya. Ini Kata Imigrasi Batam

Baca: Untuk Pertemuan Trump-Kim, Singapura Gelontorkan Dana Rp 209 Miliar

Shanmugam mengatakan bahwa beberapa orang lain juga telah ditolak masuk Singapura dalam beberapa hari terakhir dengan alasan keamanan.

Namun dia menolak berkomentar lebih lanjut.

Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mendarat di Singapura pada hari Minggu.

Sementara Presiden AS Donald Trump juga sudah mendapat di Singapura pada Minggu malam.

Pertemuan Trump-Kim akan menelan biaya sekitar 20 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 209 miliar.

Baca: Untuk Pertemuan Trump-Kim, Singapura Gelontorkan Dana Rp 209 Miliar

(ChannelNewsAsia)

Penulis: Sri Murni
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help