Viral di Medsos Nyetir Bus Kota! Inilah Perjuangan Perempuan Lia Hidupi Satu Anak dan Pamannya!

Lia Yuliana (32), seorang sopir bus kota yang sempat viral di sosial media sudah menjalani profesinya selama 15 tahun

Viral di Medsos Nyetir Bus Kota! Inilah Perjuangan Perempuan Lia Hidupi Satu Anak dan Pamannya!
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Lia Yuliana (32), seorang sopir bus kota yang sempat viral di media sosial sudah menjalani profesinya selama 15 tahun 

Lia menceritakan, saat ini anaknya tersebut sudah berumur 17 tahun dan menggeluti bidang yang sama dengan dirinya.

"Sekarang anak saya kerja disini juga (Terminal Kampung Rambutan), jadi sopir juga, kadang-kadang dia jadi kernet," ucapnya.

Selain itu, Lia mengatakan, sudah sekira dua tahun belakangan ini sudah tidsk tinggak dengan anaknya, anakny lebih memilih untuk hidup sendiri.

"Anak saya sudah tidak tinggal dengan saya sejak dua tahunan ini, katanya mau hidup mandiri, jadi mandiri total gitu," ujarnya.

Setelah tak lagi membiayai anaknya, kini Lia harus tetap banting tulang untuk membantu pengobatan pamannya di Bojong Gede yang sedang sakit parah

Meskipun tak seberapa, tetapi Lia mengaku selalu rutin membantu biaya cuci darah pamannya tersebut.

Dia merasa memiliki tanggung jawab terhadap pamannnya itu karena telah mendidiknya dan anaknya sejak kecil.

Lia Yuliana (32), seorang sopir bus kota yang sempat viral di media sosial sudah menjalani profesinya selama 15 tahun
Lia Yuliana (32), seorang sopir bus kota yang sempat viral di media sosial sudah menjalani profesinya selama 15 tahun (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

"Sejak kecil orang tua saya sudah meninggal, jadi saya hidup bersama paman saya, anak saya juga dibesarkan oleh paman saya itu, jadi saya punya tanggung jawab terhadap beliau," katanya.

Walaupun saat ini penghasilannya tak menentu akibat banyak penumpangnya yang sudah beralih menggunakan moda transportasi lain, tetapi Lia mengaku tetap rutin memberi bantuan kepada pihak keluarga pamannya itu.

"Sekarang sewa lagi sepi, per bulan juga harus bayar kontrakan Rp 400 ribu, tapi saya tetap berusaha ngasih sebisa saya, sekarang saja kontrakan sudah nunggak," ucap dia. (TribunJakarta)

Tags
bus kota
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help