Warga Batu 12 Tanjungpinang Keluhkan Ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara! Begini Curhatnya!

Warga Batu 12 keluhkan ketiadaan tempat pembuangan sementara. Kondisi ini membuat, sebagian warga buang sampah sembarang

Warga Batu 12 Tanjungpinang Keluhkan Ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara! Begini Curhatnya!
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Warga Kota Tanjungpinang mengeluhkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah.

Pasalnya saat ini untuk membuang sampah mereka harus berjalan berkilo-kilometer. Kondisi ini dialami oleh sebagian warga Kota Tanjungpinang.

Seperti warga di Kawasan Batu 12 sampai perbatasan Kijang dan di beberapa tempat lainnya. Kondisi ini membuat, sebagian warga membuang sampah sembarangan.

Baca: Inilah Kisah Jenderal Berambut Gondrong Yang Ditakuti Gembong Narkoba Kelas Kakap!

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Hal Akan Terjadi di Tubuh Anda Jika Rutin Minum Air Garam Hangat Setiap Hari!

Baca: Viral di Medsos Nyetir Bus Kota! Inilah Perjuangan Perempuan Lia Hidupi Satu Anak dan Pamannya!

Baca: Bertarif Semalam Rp 487 Juta, Hotel Tempat Kim Jong Un Nginap Kendali Elektroniknya Sekali Sentuh!

"Kita lihat banyak sampah di pinggir jalan. Tapi masyarakat tidak bisa disalahkan sepenuhnya.

Seharusnya ini menjadi koreksi bagi Pemerintah untuk menyediakan TPS. Jadi selama ini warga kesulitan mencari tempat mau buang sampah," kata Asep, Senin (11/6/2018).

Hal senada disampaikan Amri, warga lainnya. Menurutnya, Pemerintah Kota Tanjungpinang seharusnya menyediakan kontainer sampah yang mencukupi dan mudah dijangkau warga.

"Masalah sampah ini tak bisa main-main. Pemerintah memang harus menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah seperti TPS.

Jadi kalau sudah ada TPS terus warga buang sampah sembarangan, itu baru bisa ditindak warganya dengan Perda yang ada," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang Amrialis menjelaskan memang sampai saat ini pihaknya masih kekurangan kontainer sampah.

Oleh karena itu pada APBD Perubahan 2018 nanti pihaknya mengusulkan kembali penambahan kontainer sampah. Sehingga dia berharap kedepan setiap kelurahan nantinya ada landasan tempat sampah yang permanen.

"Kita akan ajukan penambahan 10 kontainer sampah agar mencukupi. Kita juga kesulitan melakukan penambahan TPS,

karena warga tidak mau memberikan lahannya untuk diletakkan kontainer sampah. Padahal lahan yang dibutuhkan hanya 4 X 6 meter saja. Kalau lahan tersedia langsung kami semen langsung kami cor," katanya.

Saat ini, setiap hari pihaknya mengangkut 98 ton sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet. Namun jumlah tersebut belum semuanya. Karena 50 persen lagi tidak terangkut. Karena memang masih dibuang sembarangan.

"Karena masyarakat buang sampah sembarangan. Kita tidak bisa jangkau. Sampah-sampah ini bisa dijangkau kalau gotong royong. Jadi kita imbau masyarakat untuk tidak buang sampahsembarangan, buanglah pada tempatnya," kata Amrialis.

Dia juga memastikan meskipun cuti atau libur lebaran sampah-sampah tetap akan diangkut. Sehingga tidak terjadi penumpukan sampah. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved