BREAKINGNEWS: Tahunan Telusuri Hutan Bintan, Peneliti Maladewa Temukan 40 Burung Khas Bintan!

Sebagian (burung) malah hanya bisa dijumpai di kawasan hutan wisata mangrove dan belum banyak dikenal

BREAKINGNEWS: Tahunan Telusuri Hutan Bintan, Peneliti Maladewa Temukan 40 Burung Khas Bintan!
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI
Ilustrasi 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Keindahan Bintan tak hanya flora saja, lho. Dunia fauna (hewan) ternyata tak kalah menarik.

Sayang, keanekaragaman hewan di Bintan belum banyak dieksplorasi. Padahal fauna yang ada cukup beragam.

Sebagian malah hanya bisa dijumpai di kawasan hutan wisata mangrove dan belum banyak dikenal.

Baca: Inilah Kisah Jenderal Berambut Gondrong Yang Ditakuti Gembong Narkoba Kelas Kakap!

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Hal Akan Terjadi di Tubuh Anda Jika Rutin Minum Air Garam Hangat Setiap Hari!

Baca: Asyik! Tak Perlu Kuota, Begini Cara Nonton Piala Dunia di Smartphone Secara Gratis Tanpa Internet!

Baca: Bertarif Semalam Rp 487 Juta, Hotel Tempat Kim Jong Un Nginap Kendali Elektroniknya Sekali Sentuh!

Di kawasan mangrove banyak spesias fauna hidup bebas berlompatan dari ke dahan ke dahan.

Spesies dimaksud di antaranya adalah burung yang banyak ditemukan di kawasan hutan bakau (mangrove) Desa Pengudang, Kecamatan Teluksebong.

Kawasan hutan ini menjadi sampel penelitian burung dari peneliti internasional melalui Conservation Lab Banyan Tree Lagoi.

Penelitian yang dilakukan peneliti burung (birdwatcher) dari Maldives ini, melakukan pengamatan dan penelitian di sepanjang jalur sungai Desa Pengudang dengan jarak lebih dari 3 kilometer.

Henry Singer, Perwakilan Conservation Lab Banyan Tree mengatakan, dari penelitian tersebut, pihaknya mendapatkan data sebanyak 40 jenis burung yang ada di sepanjang jalur ekowisata Pengudang.

"Ini merupakan penelitian dan pengamatan yang dilakukan rutin. Untuk mangrove di Pengudang ini akan kami lakukan setiap tahun dan tujuan akhirnya

untuk mendata dan menginformasikan jenis burung untuk mendukung sektor pariwisata di Bintan," kata Henry, Selasa (12/6/2018).

AVJ Mangrove

Tim pengamat juga melakukan penelitian di berbagai lokasi seperti hutan, perkebunan dan juga lapangan golf.

Sementara itu, Iwan, salah satu pengelola wisata mangrove Pengudang menyambut baik penelitian dan pengamatan tersebut.

Ia berharap penelitian tersebut akan membuat dunia ekowisata akan semakin diminati.

"Disini memang banyak jenis burung, bagus-bagus dan suaranya indah-indah, jadi kalau wisata kesini setiap berapa titik ada burung-burung yang beda-beda," katanya.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help