Ramadan dan Lebaran 2018

Kisah Para Pemburu Pakaian Bekas untuk Hari Lebaran

"Baju baru Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Tak ada pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama."

Kisah Para Pemburu Pakaian Bekas untuk Hari Lebaran
KOMPAS.com/Junaedi
Pasar pakaian bekas di Pasar Cakar Pekkabata, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. 

TRIBUNBATAM.id, POLEWALI MANDAR – "Baju baru Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Tak ada pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama."

Tembang lagu anak-anak lawas itu cocok menggambarkan para pemburu pakaian bekas untuk dipakai di hari raya.

Hanya saja, liriknya bisa sedikit diganti di bagian akhirnya,"masih ada baju yang bekas".

Baju baru untuk Lebaran tak perlu benar-benar baru. Begitu prinsip yang dipegang Arman, warga Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Baginya, baju baru bisa berarti baju bekas yang masih layak dipakai.

Dia mengaku jauh-jauh datang ke Pasar Cakar Pekkabata, Polewali Mandar, hanya untuk berburu pakaian bekas dan bermerek yang biasanya baru dibuka dari bal.

Alasannya sederhana. Pakaian-pakaian bekas yang bermerek dan kualitasnya bagus itu harganya miring.

Oleh karena itu, dia tak malu meski pakai pakaian bekas atau preloved.

Sebelumnya, Arman memang kerap datang berburu pakaian bekas atau yang kerap disebut pakaian cakar di daerah ini apa saja yang bermerek di pasar sentral.

Baca: Kamu Mudik Bawa Apa? Karena Belum Bisa Bawa Calon Istri, Pria Ini Bikin Tulisan Lucu

Baca: Lonjakan Penumpang Kapal Roro Batam, ASDP Tambah Jadwal ke Sejumlah Daerah Tujuan

"Harganya murah Pak, bagus kualitasnya. Tidak kalah sama yang di toko. Lumayan untuk Lebaran," ujarnya saat ditemui di Pasar Cakar.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help