Ramadan dan Lebaran 2018

Kisah Para Pemburu Pakaian Bekas untuk Hari Lebaran

"Baju baru Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Tak ada pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama."

Kisah Para Pemburu Pakaian Bekas untuk Hari Lebaran
KOMPAS.com/Junaedi
Pasar pakaian bekas di Pasar Cakar Pekkabata, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. 

"Iya, tergantung dari jenis dan kualitas pakaiannya, misalnya pakaian anak-anak harga Rp 25.000, kemeja Rp 50.000, celana jins biasanya Rp 100.000," kata Anna, salah seorang pedagang.

Pembeli yang datang berbelanja di kawasan ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari laki-laki, ibu-ibu dan anak-anak.

Tak sedikit, keluarga pejabat juga kerap berburu pakaian bekas dan bermerek di tempat ini.

Namun untuk mendapatkan barang kualitas bagus, pembeli harus rebutan saat karung atau bak baru dibuka.

Kalau tidak, pengunjung hanya bisa memilih barang yang tersisa.

Pembeli juga harus jeli dalam memilih pakaian.

Selain demi mendapatkan pakaian dengan merek yang terkenal, seperti Levi's, Edwin, Dickies, Polo, Crocodile dan Guess, pembeli juga harus jeli soal jahitan dan detail pakaian.

Tingginya permintaan konsumen cakar jelang Lebaran tentu saja membawa keberuntungan untuk para pedagang.

Jika pada hari pasar biasa, setiap Selasa dan Jumat, mereka hanya membuka satu karung atau bal, jelang Lebaran seperti ini para pedagang rata-rata membuka sebanyak 2-4 bal.

Bal-bal ini biasanya berisi pakaian bekas yang diimpor dari luar negeri seperti Korea, Jepang, Singapura, dan Malaysia.

Yang menarik di bursa pakaian bekas ini adalah meskipun warga tahu barang dijual adalah barang bekas, namun para pedagang tetap mengatakan "baru".

”Buka baru! Buka baru, dipilih, dipilih” teriak salah satu pedagang. (kompas.com/Kontributor Polewali, Junaedi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mereka yang Berburu Pakaian Bekas alias "Preloved" untuk Lebaran"

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help