Empat Kapal dilarang Berangkat, Ratusan Penumpang Telantar di Pelabuhan Tanjung Uma!

Ratusan calon penumpang di pelabuhan rakyat Tanjung Uma terlantar. Kapal tak bisa diberangkatkan. Begini curhat penumpang!

Empat Kapal dilarang Berangkat, Ratusan Penumpang Telantar di Pelabuhan Tanjung Uma!
tribunbatam/anne maria
Pemudik telantar di Pelabuhan Tanjung Uma karena kapal dilarang berangkat, Kamis (14/6/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Ratusan calon penumpang di pelabuhan rakyat Tanjung Uma terlantar. Mereka yang ingin berangkat ke beberapa daerah di Tembilahan itu

tak bisa berangkat karena empat kapal penumpang yang seharusnya memberangkatkan mereka dilarang berlayar.

Baca: Ribuan Penumpang Masih Padati Pelabuhan Sekupang, Berdesakan di Pintu Masuk! Begini Kondisinya!

Baca: Terungkap! Ketakutan Soal Ini, Kim Jong Un Tukar Pulpen di Detik Terakhir Sebelum Tanda Tangan

Baca: Kontroversial! 7 Negara Ini Punya Kebijakan Pajak Paling Konyol, Salah Satunya Pajak Bernapas!

Baca: Heboh! Mau Dipotong Seekor Kerbau Mengamuk, Polisi Harus Menembak 25 Kali buat Lumpuhkan!

"Anak anak sudah capek, ngantuk. Jadi rewel dari tadi. Kami sudah menunggu dari setengah lima pagi. Kalau nak berangkat ya berangkatlah, tidak ya tidak. Bukan dekat, enam jam lagi baru sampai," ujar Tini satu di antara penumpang.

Wajah lelah dan sedih karena terancam tidak dapat mudik menghiasi wajah para calon penumpang tersebut.

Masniah, penumpang lainnya terlihat sibuk menghubungi sanak saudaranya. Lewat handphone ia menceritakan kondisinya sambil sesekali menghela nafas panjang.

"Sudah 12 tahun saya mudik lewat sini, tak pernah begini. Kami nih cuma ingin berhari raya," katanya.

Wanita itu mengungkapkan pihak agen bersedia mengembalikan uang tiket yang telah dikeluarkannya. Namun demikian, ia kebingungan jika harus berangkat dari pelabuhan lain.

"Duit tiket Rp 49 ribu sih mau dibalikan kalau memang tak jadi juga kapal jalan. Cuma saya pun tidak tahu, ada tidak pelabuhan lain yang melayani ke sana lagi. Ya kalaupun ada, apa iya tidak penuh. Semua orang sudah mudik," ucapnya.

Sambil menunggu kepastian, terlihat ratusan penumpang tersebut menunggu di pelabuhan. Ada juga yang memilih menunggu di dalam kapal, dan di dekat loket penjualan tiket.

Sementara itu, perwakilan dari pemilik kapal, H Syamsir mengatakan ada empat unit kapal yang dilarang berlayar sejak kemarin. Kapal kapal tersebut melayani tujuan ke beberapa daerah di Riau Daratan, seperti Lahang Guntung, Kota Baru dan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help