KAPAL TERBALIK DI DANAU TOBA

Pasukan Elit Basarnas dan Marinir Serta Peralatan Canggih Dikerahkan ke Danau Toba

Jumlah personel yang dikomandoi Brigjend TNI Bambang Suryo itu adalah dari marinir TNI AL 10 orang dan dari Alkap Basarnas 16 orang.

Pasukan Elit Basarnas dan Marinir Serta Peralatan Canggih Dikerahkan ke Danau Toba
Tribun medan
Pesawat Hercules yang membawa tim elit Basarnas dan marinir AL tiba di Bandara Silangit, Selasa sore, untuk membantu pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba. 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Pesawat Hercules TNI AU type C-130 H/HS/L-100-30, Nomor A-1323 tiba Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Selasa (19/6/2018).

Pesawat ini membawa tim Basarnas dari Jakarta untuk membantu mencari korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Samosir, Senin (18/6/2018) sore. 

Ada pun jumlah personel yang dikomandoi Brigjend TNI Bambang Suryo itu adalah dari marinir TNI AL 10 orang dan dari Alkap Basarnas 16 orang. 

Sekitar pukul 15.20 WIB, tim langsung bergerak dari Bandara Silangit via darat dikawal SubDenpom 1/2-2 Tarutung menuju Posko di Kecamatan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Sebagaimana diketahui, hari kedua pencarian korban yang dilakukan tim gabungan masih belum membuahkan hasil.

Atas hal itu, Basarnas RI akan menurunkan tim elit Basarnas pusat beserta peralatan canggih ke Tigaras/Simanindo untuk mencari korban yang masih hilang.

Data yang dihimpun dan diverifikasi oleh Intelijen Korem 022/Pantai Timur, terdapat 166 penumpang kapal KM Sinar Bangun yang mengalami kecelakaan, Senin sore.

Baca: UPDATE! Data Lengkap 166 Korban Tenggelamnya Kapal di Danau Toba, Berikut Nama dan Alamatnya

Baca: KM Sinar Bangun Over Load dan Tanpa Manifest, Pemkab Samosir Dinilai Lalai Dalam Pengawasan

Baca: Tak Ada Korban Kapal Tenggelam Ditemukan, Petugas Hanya Temukan KTP, Jaket, hingga Tas

Baca: Pencarian Nihil, Basarnas Menunggu Peralatan Canggih untuk Selami Danau Toba

Dari jumlah itu, batu 19 orang yang berhasil edievakuasi di hari pertama, 18 selamat dan satu orang meninggal dunia.

"Kami memerlukan bantuan dari pusat. Dengan situasi yang ada ini, kita memerlukan alat remote underwater vehicle yang bisa melihat ke dalam air," ujar Kepala Basarnas RI Marsdya M Syaugi kepada wartawan di Tigaras, Selasa (19/6/2018) siang.

Peralatan dimaksud, sambung M Syaugi, meliputi alat semacam skuter yang dapat menyelam dan mampu menarik objek seberat enam orang dewasa.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved