Terkuak! Nama Nakhoda Kapal Tenggelam di Danau Toba Disembunyikan, Ini Alasan Pemkab Samosir!

Pemkab Samosir tidak mempublikasikan nama nakhoda kapal maut KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. Ini alasannya!

Terkuak! Nama Nakhoda Kapal Tenggelam di Danau Toba Disembunyikan, Ini Alasan Pemkab Samosir!
ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI
Keluarga penumpang menangis saat menyaksikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). KM Sinar Bangun yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di Danau Toba pada Senin sore, dengan dilaporkan 1 penumpang tewas, belasan selamat, dan ratusan lainnya masih dalam proses pencarian. 

TRIBUNBATAM.ID, SAMOSIR-Pemkab Samosir tidak mempublikasikan nama nakhoda kapal maut KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6/2018) petang.

Hingga Rabu (20/6/2018) nama nahkoda Tua Sagala tidak ada dipampangkan di posko penanganan di Pelabuhan Simanindo Samosir.

Nama Tua Sagala diperoleh tribun-medan.com dari warga Simanindo.

Pantauan tribun-medan.com, nama Tua Sagala tidak ada baik di kategori korban selamat, meninggal dan hilang.

Baca: Inilah 5 Fakta Kapal Penumpang Tenggelam di Danau Toba, Semua Berawal dari Tali Kemudi Putus!

Baca: Viral Medsos! 2 Tahun Kerja Keras Di Taiwan, Pasangan Rombak Rumah Sederhananya Jadi Mewah!

Baca: Heboh! PSK Asing Pukul Pelanggannya Pakai Botol Bir Karena Hanya Dibayar Rp 250 Ribu!

Baca: Inilah Hymne Pasukan Elite Kopassus yang Bikin Bulu Kuduk Merinding, Begini Liriknya!

Hal itu menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang sedang mencari tau data-data korban.

"Semua kan harusnya dipublikasikan. Kenapa harus disembunyikan. Jadi kan masyarakat semakin tahu berapa jumlah korban yang hidup, selama atau masih bilang," ujar Sidabutar satu dari keluarga korban yang datang ke Pelabuhan Simanindo.

Pria berjaket cokelat ini menilai Pemkab Samosir terkesan menutupi keberadaan nahkoda Tua Sagala.

Sedangkan satu ABK KM Sinar Bangun, Jaya Sidauruk dinyatakan dalam daftar orang hilang.

Bahkan, Sidabutar berasumsi ada kesengajaan oleh Pemkab menyembunyikan nahkoda.

Hal itu dianggapnya tidak membantu bagaimana mengetahui kronologis kejadian untuk dijadikan evaluasi. Kemudian membantu memastikan jumlah penumpang yang menaiki kapal.

Tim gabungan melakukan pencarian penumpang Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). Kapal Motor Sinar Bangun yang membawa 128 penumpang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2019. Hingga kini Basarnas berhasil menemukan 18 korban selamat dan satu korban meninggal dunia
Tim gabungan melakukan pencarian penumpang Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). Kapal Motor Sinar Bangun yang membawa 128 penumpang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2019. Hingga kini Basarnas berhasil menemukan 18 korban selamat dan satu korban meninggal dunia (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

Kominfo Samosir Tambor Simbolon kepada tribun-medan.com, mengaku tidak mengetahui keberadaan nahkoda meski sudah pada hari ketiga pascakejadian.

Namun, Tambor menyebut, keberadaan nahkoda memang sengaja tidak diekspos. Disebutnya, untuk menghindari hal-hal lain.

"Karena nanti bisa bahaya. Nanti jadi dicari orang dia,"sebutnya.

Sehari sebelumya, Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat mengatakan nahkoda sudah berada di Polres Samosir. Namun masih fokus pada pemulihan psikologis dan kesehatan nahkoda.

"Sudah di Polres. Dan saat ini kita masih fokus ke pemulihan kesehatan. Sehingga belum bisa kita mintai keterangan,"ujarnya. (cr1/tribunmedan.com)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help