Kubilai Khan, Kaisar Agung Mongol Sepak Terjangnya Tersandung di Tanah Jawa!

Menurut konsep mandala yang dianutnya, dia tidak boleh menyeberangi lautan.Namun, hal itu dilanggarnya. Akibatnya memang buruk.

Kubilai Khan, Kaisar Agung Mongol Sepak Terjangnya Tersandung di Tanah Jawa!
jejaktapak
Kubilai Khan saat berperang di tanah Jawa 

Peristiwa kegagalan di Jepang rupa-rupanya tidak membuat jera Khubilai Khan.

Ia mengirim utusan ke Singasari di Jawa Timur, meminta agar Kertanegara mau mengakui kekuasaannya.

Memang Kertanegara berani menentang kebesaran kaisar. Dengan tegas ia mengharuskan kapal-kapal Tiongkok bayar pajak di Pelabuhan Melayu yang letaknya di Jambi.

Pada waktu itu, sekitar 1275, Melayu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Singasari.

Pengiriman utusan dimulai tahun 1280. Lebih tiga bulan mereka mengarungi samudra dan daratan, maka tibalah mereka di tanah Jawa.

Utusan itu diusir oleh Kertanegara. Namun, Khubilai Khan mengulanginya pada tahun 1281, 1286, dan yang terakhir tahun 1289.

Tujuh ratus tahun yang lalu itu, saking berangnya membaca surat dari Khubilai Khan, Kertanegara menyuruh melukai muka utusan itu.

Lalu diusirnya pulang ke negerinya. Nama utusannya Meng-chi.

Kini giliran Khubilai Khan yang marah besar. la memerintahkan tiga orang panglima perangnya: Shih-pi, I-heh Mishih, dan Kao Hsing untuk menyerang Jawa.

Kertanegara tewas

Tiga tahun setelah peristiwa Meng-chi, pasukan balas dendam Khubilai Khan tiba di tanah Jawa.

Namun, di Kerajaan Singasari telah terjadi perubahan kekuasaan.

Adalah Jayakatwang, raja bawahan Kerajaan Singasari, melakukan kudeta berdarah pada Kertanegara.

la saudara sepupu Kertanegara, tetapi di masa yang lampau leluhur Jayakatwang yang bernama Kertajaya dibinasakan oleh nenek moyang Kertanegara, Ken Angrok.

Menurut Prasasti Mula Malurung( 1255), Jayakatwang diangkat menjadi penguasa Gelang Gelang oleh Wisnuwardhana, ayah Kertanegara.

Jayakatwang menyerang Singasari karena hasutan Wiraraja, bupati Sumenep (Madura) yang tidak senang atas pemerintahan Kertanegara.

Keraton dikepung dari dua jurusan, Utara dan Selatan dengan strategi yang matang, sehingga Kertanegara terlambat mengantisipasi keadaan.

la sempat mengirimkan menantunya, Wijaya dan Ardharaja, untuk menghalau serangan yang datang dari Utara.

Pasukan Jayakatwang yang datang dari Selatan, berhasil menyerang keraton.

Saat itu Kertanegara sedang melakukan upacara keagamaan sekte Bhairwa, dengan cara minum minuman keras sampai mabuk.

Raja Singasari itu mati terbunuh bersama patih dan pembesar kerajaan, demikian kisah dalam Kitab Pararaton. (Intisarionline/Ditulis Bambang Budi Utomo. Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Juni 1989)

Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help