Syukurlah Kami Punya TPS Sendiri

Guyuran hujan dan kilatan petir menyertai perjalanan dari Kota Tanjungpinang menuju Kampung Sungai Nyirih, Jumat (22/6/2018) siang.

Syukurlah Kami Punya TPS Sendiri
Udin (53), seorang nelayan di kampung Sungai Nyirih, Jumat (22/6/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Guyuran hujan dan kilatan petir menyertai perjalanan dari Kota Tanjungpinang menuju Kampung Sungai Nyirih, Jumat (22/6/2018) siang.

Kedua lokasi ini dipisahkan oleh jarak lebih dari 20 kilometer. Dengan sepeda motor, jarak tersebut bisa ditempuh selama 30 menit perjalanan. Mungkin juga lebih lama dari itu.

Memang ada alternatif lain dari Tanjungpinang ke Sungai Nyirih: lewat laut. Masyarakat kampung ini biasa menumpang perahu motor yang biasa mengangkut anak sekolah ke Kampung Baru Madong. Waktu tempuhnya rata-rata mencapai 15 menit.

Namun, perahu motor itu tidak bisa melintas setiap saat, hanya pagi hari sebelum waktu sekolah dan sore hari setelah anak sekolah pulang. Beberapa warga biasa mengayuh perahu sendiri menyusuri Sungai Nyirih ke Madong. Waktunya tentu lebih lama.

Hujan belum juga reda saat Tribun tiba kampung itu. Tidak ada gapura sebagai pintu masuk. Yang ada hanyalah sebuah kedai di sebelah kanan jalan.

Kedai tersebut tidak dipakai lagi. Pada sisinya yang menghadap ke jalan, terpampang sebuah spanduk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang nomor urut 2, H Lis Darmansyah dan Maya Suryanti (Lima).

Ada beberapa kalimat ajakan tertera di samping foto pasangan calon ini. 'Mohon Doa Restu Dukungannya. Di Laman Hati Kita Rajut Kebersamaan Untuk Tanjungpinang Cemerlang. Pilih Nomor 2."

Tidak ada lambang partai-partai politik pengusung di atas spanduk tersebut. Lis dan Maya diusung oleh partai koalisi, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PPP, PAN, Hanura dan PKPI.

Tidak jauh dari kedai itu persis di pinggir jalan, ada sebuah plang bertuliskan 'Pondok Bersalin Desa Sei Nyirih.' Di seberang, ada plang lain bertuliskan 'Jalan Sungai Nyirih 1.'

Setelah plang jalan, sebuah rumah panggung dari kayu berdiri tegak. Seorang lelaki tua bertelanjang dada keluar dan berdiri di ambang pintu rumahnya. Dialah Udin (53), seorang nelayan di kampung itu.

Udin (53), seorang nelayan di kampung Sungai Nyirih, Jumat (22/6/2018)
Udin (53), seorang nelayan di kampung Sungai Nyirih, Jumat (22/6/2018)
Halaman
1234
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help