VIDEO: Isak Tangis Penuhi Rumah Duka Joshua Sekeluarga, Korban Kebakaran di Kawasan Industri MIP

sak tangis silih berganti terdengar di rumah duka pada masing-masing jenazah korban musibah kebakaran di kawasan industri MIP Batuampar.

TRIBUNBATAM.id. BATAM - Suasana di rumah duka keluarga Joshua korban kebakaran di kawasan industri MIP Batuampar tampak ramai dipenuhi anak saudara yang hadir, Jumat (22/6/2018).

Isak tangis silih berganti terdengar di rumah duka pada masing-masing jenazah korban musibah kebakaran di kawasan industri MIP Batuampar.

"Bangun bang, bangun kau dari tidurmu. Apa rencana-Mu Tuhan Yesus. Abang biasanya jemput aku. Kenapa gak kau jemput aku tadi bang, oh abangku. Kalian ke sorga bergandengan tangan bersama-sama," kata adik Jhosua Pakpahan yang baru tiba di lokasi rumah duka, Jumat (22/6/2018).

Ia juga menghampiri satu persatu peti jenasah kakak iparnya Yan Fang (35). Dilanjutkan ketiga keponakannya, William Jose Fang (9), Theresia Jose Fang (11), dan Abigail Jose Fang (7)

Begitu juga dengan ibu Jhosua, yang sering disapa Opung Thersesia Boru Napitupulu. Ia juga tampak lemah menangis di peti jenasah Jhosua.

Suasana di rumah duka keluarga Joshua korban kebakaran di kawasan industri MIP Batuampar, Jumat (22/6/2018)
Suasana di rumah duka keluarga Joshua korban kebakaran di kawasan industri MIP Batuampar, Jumat (22/6/2018) (tribunbatam/roma uly sianturi)

"Cuma ininya anakku satu-satunya laki-laki. Begitu cepat Tuhan panggil. Ago tahe anakku. Bangun nak. Baik Tuhan itu, mereka bergandengan bersama ke surga," ujar ibunda Jhosua.

Bersekat dengan sebuah tembok, suara isak tangis juga terdengar keluarga dan sanak saudara Ance. Yang selama ini merupakan pengasuh khusus korban William Yose Fang.

Baca: Korban Kebakaran Kawasan MIP Batuampar, Anggit Dikabarkan Sempat Teriak-teriak Histeris di RSBK!

Baca: Detik-detik Kebakaran di Kawasan MIP Batuampar, Ini Kesaksian Pekerja di Lokasi!

Baca: VIDEO: Kebakaran di Kawasan MIP Batuampar, Korban 6 Meninggal

"Adek, kakak sedih. Kenapa begitu cepat dengan semua ini adikku," tutur salah satu sanak keluarganya.

Ditempat yang sama, Guru Sekolah Minggu ketiga korban di Gereja Bethany, Kartika mengakui mereka sekeluarga baru pulang berlibur dari Singapura. Dan ia bertemu sewaktu ingin balik ke Batam.

"Kami ketemu sewaktu mereka semua balik ke Batam. Rencana Tuhan tak ada yang tahu ya mbak. Mungkin di situlah foto terakhir mereka bersama," katanya.

Pantauan Tribun, tepat pukul 10.30 WIB, ibadah penghiburan pun dimulai. Seluruh pelayat yang hadir ikut bernyanyi bersama untuk memuji Tuhan dan mendoakan kepergian korban.

Banyak yang merasa kehilangan atas kepergian seluruh korban. Karena seluruh korban terkenal orang yang cukup baik, bersosialisasi, rendah hati, dan suka menolong.

"Penyertaan mu Rencana-Mu sempurna, Rancangan-Mu penuh damai. Aman dan sejahtera walaupun penuh badai," ujar seluruh pelayat ada juga yang sambil menangis. (*)

TONTON JUGA :

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help