KM Berkat Anugerah Karam! Habis Terima Telepon Ini, Istri Irwan Menangis di Pelukan!

Tidak mau berlama-lama, Irwan langsung berbicara kepada sang mertua untuk meminta lokasi posisi saat ini agar dijemput pihak keluarga di Batam

KM Berkat Anugerah Karam! Habis Terima Telepon Ini, Istri Irwan Menangis di Pelukan!
tribunbatam/endra kaputra
Suasana kesedihan di keluarga korban KM Berkat Anugerah yang karam di perairan Lingga 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Sri Wahyuni anak pertama korban Kapal Karam KM Berkat Anugrah di perairan Lingga kaget histeris saat mendapat telepon dari ayahnya, Sarbaini yang selamat dalam musibah tersebut.

"Bapak nelpon bilang nangis-nangis, mamakmu sudah gak ada, kapal kami tenggelam," kata Irwan suami dari Sri, Senin (25/6/2018).

Mendapat telepon seperti itu, sontak Sri yang sedianya menanti kedatangan ayah, ibu, dan adiknya usai mudik lebaran dari Nipah Panjang Jambi berubah menjadi tangisan.

Baca: Pesan Terakhir Harry Moekti Sebelum Meninggal, Minta Keluarganya Teruskan Ini

Baca: Terungkap! Inilah Kisah Unik Awal Mula Pembentukan Kopaska, Pasukan Khusus TNI AL!

Baca: Kapal Tenggelam di Danau Toba! Inilah Kisah Sri Santika, Wanita Hamil Selamat saat Kejadian!

Baca: Detik-detik Karamnya KM Berkat Anugerah di Lingga, Inilah Kesaksian Anak dari Korban Meninggal!

"Istri saya udah nangis aja, langsung peluk saya, saya juga gak bisa nahan tangis," ujarnya.

Tidak mau berlama-lama, Irwan langsung berbicara kepada sang mertua untuk meminta lokasi posisi saat ini agar dijemput pihak keluarga di Batam.

Suasana kesedihan di keluarga korban KM Berkat Anugerah yang karam di perairan Lingga
Suasana kesedihan di keluarga korban KM Berkat Anugerah yang karam di perairan Lingga (tribunbatam/endra kaputra)

"Bapak bilang ada warga yang menyewakan speed boat, jadi nunggu di Batam saja. Makanya sore itu juga saya beserta warga sekitar berangkat naik ambulans menuju jembatan Barelang 6 lokasi pelabuhan kapal yang akan bersandar dari Tanjung Kelik Senayang," ucapnya.

Sekitar pukul 19.37 WIB, jenazah ibu mertuanya Eri Binti Tukijo berikut ayah mertua dan adik iparnya tiba di kediaman di Bengkong Nusantara Blok C nomor 16.

Saat itu pula, tangis keluarga yang sudah menanti kedatangan jenazah serta ayah dan adiknya pecah. Warga sekitar yang menyaksikan pun juga ikut dirundung pilu.

Sang cucu yang melihat kesedihan ikut menangis sembari memanggil-mangil sang nenek. Apalagi Rafa, demikian nama sang cucu deka dengan neneknya.

"Gimana gak nangis si Rafa, dibanding kami ayah ibunya, paling dekat dan paling sayang dia sama neneknya, apa-apa neneknya," ucap Irwan bersedih. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved