Pesan Terakhir Harry Moekti Sebelum Meninggal, Minta Keluarganya Teruskan Ini

Sebelum meninggal, Ustaz Harry Moekti berpesan kepada keluarganya untuk meneruskan jalan berdakwah

Pesan Terakhir Harry Moekti Sebelum Meninggal, Minta Keluarganya Teruskan Ini
Mantan rocker Indonesia Harry Mukti memberi pencerahan kepada ribuan mahasiswa Uniska dalam pengenalan kampus mahasiswa baru, Rabu (20/9/17) pagi di Gedung Sultan Surianyah Banjarmasin 

TRIBUNBATAM.ID, CIMAHI-Sebelum meninggal, Ustaz Harry Moekti berpesan kepada keluarganya untuk meneruskan jalan berdakwah.

Pasalnya kegiatan sehari-hari mantan Rocker Indonesia itu saat ini adalah terus berdakwah.

Bahkan rencananya hari ini, Senin (25/6/2018), Ustaz Harry Moekti dijadwalkan mengisi Tausyah di Masjid ABRI Kota Cimahi.

Baca: Terungkap! Inilah Kisah Unik Awal Mula Pembentukan Kopaska, Pasukan Khusus TNI AL!

Baca: Kapal Tenggelam di Danau Toba! Inilah Kisah Sri Santika, Wanita Hamil Selamat saat Kejadian!

Baca: Detik-detik Karamnya KM Berkat Anugerah di Lingga, Inilah Kesaksian Anak dari Korban Meninggal!

"Pesan terakhirnya teruskan dakwah," ujar adik kandungnya, Chandra Moekti, saat ditemui di rumah kakak almarhum, di Kompleks Pemda Padasuka Blok H 7980, Kota Cimahi, Minggu (24/6/2018).

Selain itu, lanjutnya, sebelum meninggal, almarhum berpesan, jika meninggal melarang keluarganya untuk menutupinya dengan kain samping.

Mantan rocker Indonesia Harry Mukti memberi pencerahan kepada ribuan mahasiswa Uniska dalam pengenalan kampus mahasiswa baru, Rabu (20/9/17) pagi di Gedung Sultan Surianyah Banjarmasin
Mantan rocker Indonesia Harry Mukti memberi pencerahan kepada ribuan mahasiswa Uniska dalam pengenalan kampus mahasiswa baru, Rabu (20/9/17) pagi di Gedung Sultan Surianyah Banjarmasin ()

"Beliau meminta jangan ditutupi kain samping jika meninggal. Tapi harus ditutupi bendera Rasululloh SAW yang bertuliskan laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah," ujarnya.

Kain tersebut, kata Chandra, merupakan bendera Arroya yang berwarna hitam bertulisan putih yang diminta almarhum satu bulan sebelum meninggal.

Kalimat pada bendera itu, kata Chandra, akan menyelamatkan umat jika umat muslim berpegang teguh pada kalimat tersebut.

Sementara disekitar rumah duka, tidak terlihat dipasang bendera kuning seperti biasanya untuk ciri ada orang yang meninggal.

"Beliau juga meminta jangan dipasang bendera kuning karena itu bukan tata cara orang muslim, makanya tadi saya meminta untuk tidak dipasang bendara kuning," katanya. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help