Saat Kejadian KM Berkat Anugerah Karam, BMKG Batam: Terjadi Awan Kembang Kol di Lokasi!

Awan ini berpotensi menghasilkan angin kencang (gusty) yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut di lokasi terdampak

Saat Kejadian KM Berkat Anugerah Karam, BMKG Batam: Terjadi Awan Kembang Kol di Lokasi!
TRIBUNBATAM/IST
Kecelakaan laut di perairan Lingga, Sabtu (24/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Keadaan cuaca di wilayah Kabupaten Lingga pada saat kejadian Kapal Motor (KM) Berkat Anugerah tenggelam

diterjang ombak dan angin kencang, umumnya hujan ringan lebat dengan liputan awan cumulonimbus alias kembang kol yang meluas.

Awan ini berpotensi menghasilkan angin kencang (gusty) yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut di lokasi terdampak.

Baca: Inilah Hasil Lengkap Matchday 2 Fase Grup Piala Dunia 2018! Ada 6 Negara Lolos, 8 Gagal

Baca: KM Berkat Anugerah Tenggelam! Santo Menangis Dalam Pelukan Sang Kakak saat Pemakaman Korban

Baca: Terkuak! Ditipu Hingga Dibunuh, Ini 5 Kasus Kencan Online yang Berakhir Tragis!

Baca: Ehem! Dulu Musuh Bebuyutan, Kini Jadi Suami Istri dan Kompak Berhijrah Bersama! Siapa Mereka?

Demikian analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam terhadap cuaca pada kejadian tenggelamnya KM Berkat Anugerah GT.20 dari Jambi tujuan Batam di periarian Lingga, Minggu (24/6/2018).

Kasi Data dan Informasi, BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam, Suratman menerangkan pada Analisis Sinoptik, adanya sirkulasi udara tertutup (Eddy) di sebelah barat Sumatera Barat,

menyebabkan terbentuknya pola angin netral yang identik dengan variasi arah angin (variabel) di wilayah Sumatera Barat dan Riau serta pola belokan angin (shearline) di wilayah Riau dan Kepulauan Riau bagian selatan.

Pola belokan angin ini mendukung pembentukan awan-awan konvektif terutama di wilayah Kabupaten Lingga, Karimun, Batam, dan Bintan.

Proses evakuasi korban KM Berkat Anugerah yang tenggelam di Perairan Tanjung Kelit, Lingga. Minggu(24/6/2018)
Proses evakuasi korban KM Berkat Anugerah yang tenggelam di Perairan Tanjung Kelit, Lingga. Minggu(24/6/2018) (TRIBUNBATAM/IST)

"Berdasarkan data pengamatan synoptik di Stasiun Meteorologi Dabo Singkep, 24 Juni 2018 dilaporkan terjadi hujan dengan intensitas ringan pada jam 06.00 – 07.00 WIB dengan kecepatan angin rata-rata 4 - 8 knot dari arah Barat Daya - Barat dengan suhu udara antara 24 – 25 derajat celcius," katanya.

Sementara, dari data citra radar cuaca pada Minggu (24/6/2018) pukul 07.30 WIB terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat di perairan wilayah Kabupaten Lingga (khususnya Kecamatan Senayang, Lingga, Selayar, dan Singkep Barat).

Selanjutnya, dari data citra satelit cuaca pada pukul 06.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB menunjukkan adanya liputan awan cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lingga.

"Dari data analisis tinggi gelombang laut pada 24 Juni 2018 diperoleh tinggi gelombang laut umumnya berkisar antara 0.1 – 0.5 meter di wilayah perairan Kabupaten Lingga dan sekitarnya," ujarnya.

Sebelum terjadinya musibah yang menimpa KM Berkat Anugrah GT.20, informasi peringatan dini dari BMKG Koordinator Provinsi Kepulauan Riau, dikeluarkan.

"Isi peringatan dini itu antara lain, peringatan dini cuaca wilayah Kepulauan Riau tanggal 24 Juni 2018 pukul 05.45 WIB, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas

sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang pada pukul 06.00 WIB di wilayah Letung, Jemaja, Jemaja Timur, Singkep Barat, Singkep Selatan, Selayar, Senayang, Lingga dan sekitarnya.

Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga pukul 08.00 WIB dan dapat meluas ke wilayah Lingga Utara, Lingga Timur, Singkep Pesisir, Singkep, Mantang, Bintan Pesisir, Kota Tanjungpinang, Teluk Sebong, Gunung Kijang dan sekitarnya," katanya. (*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved