Terobos Genangan Air Setinggi Lutut, Sejumlah Angkot Mogok di Jalan ke Pelabuhan Sagulung!

Hujan deras mengguyur Batuaji dan Sagulung sejak dini hari membuat sejumlah ruas jalan tergenang. Kondisi terparah di jalan ke pelabuhan Sagulung

Terobos Genangan Air Setinggi Lutut, Sejumlah Angkot Mogok di Jalan ke Pelabuhan Sagulung!
tribunbatam/ian pertanian
Pengguna jalan memilih berhenti menunggu genangan air surut di jalan ke Pelabuhan Sagulung, Rabu (27/6/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Hujan deras mengguyur Batuaji dan Sagulung sejak dini hari membuat sejumlah ruas jalan tergenang. Kondisi terparah di jalan menuju ke pelabuhan Sagulung.

Pantauan Tribun di lapangan, Rabu (27/6/2018) air menggenang di Jalan R Suprapto, di Putri Tujuh, Buana Raya, Pasar Melayu, Simpang Base Camp, simpang pelabuhan Sagulung di depan kantor lurah Tanjunguncang.

Baca: Heboh! Lewat Skema Baru, Pensiunan PNS Bisa Dapat Gaji Rp 20 Juta per Bulan!

Baca: Argentina Melenggang ke Babak Knock Out, Insiden Marcos Rojo Jadi Bumbu Penyedapnya!

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

Baca: Inilah Hymne Pasukan Elite Kopassus yang Bikin Bulu Kuduk Merinding, Begini Liriknya!

Genangan air setinggi lutut orang dewasa terjadi di jalan menuju ke pelabuhan Sagulung. Sehingga kendaraan tak berani melintas. Sejumlah angkutan yang menerobos akhirnya malah mogok.

Begitu juga sejumlah pemotor. Mereka memilih menunggu air surut. Andi warga Kampung Sei Aleng Sagulung yang hendak pulang ke rumahnya mengaku tak berani melintas khawatir mogok kendaraannya. "Tunggu sajalah nanti mogok pula malah nambah kerjaan," kata Andi.

Pengguna jalan memilih berhenti menunggu genangan air surut di jalan ke Pelabuhan Sagulung, Rabu (27/6/2018)
Pengguna jalan memilih berhenti menunggu genangan air surut di jalan ke Pelabuhan Sagulung, Rabu (27/6/2018) (tribunbatam/ian pertanian)

Warga menuding banjir terjadi sejak ada penimbunan lahan di di samping jalan. "Dulu jalan ini tidak pernah banjir, namun setelah kampung Suka Damai digusur dan lahannya ditimbun, setiap kali hujan turun selalu banjir," kata Raidah, warga kampung Sei Aleng.

Dia menambahkan, dulu di kampung Suka Damai masih banyak resapan air karena masih ada rawa. "Semua sudah rata ditimbun makanya airnya tidak tahu lari kemana," jelasnya. Sehingga meski hujan telah reda, banjir juga belum surut. (*)

Tags
Sagulung
Penulis: Ian Pertanian
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help