KPK Malaysia Bekukan 900 Rekening Terkait Skandal Korupsi 1MDB

Mereka tidak lagi mempunyai akses kepada rekening mereka sejak beberapa hari lalu, termasuk individu yang diselidiki terkait dengan penyelidikan 1MDB

KPK Malaysia Bekukan 900 Rekening Terkait Skandal Korupsi 1MDB
The Straits Times
1MDB 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC/SPRM) sudah membekukan 900 akun rekening yang mempunyai kaitan dengan penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Menurut sumber MACC yang dilansir Berita hasrian Malaysia, di antara rekening yang vdibekukan itu milik UMNO, baik pusat maupun sejumlah negara bagian, seperti Selangor dan Johor.

Akun partai yang tergabung dalam koalisi barisan Nasional kabarnya juga turut dibekukan.

"Mereka tidak lagi mempunyai akses kepada rekening mereka sejak beberapa hari lalu, termasuk individu yang diselidiki dan dipercaya terkait dengan penyelidikan 1MDB," kata sumber itu, Jumat (29/6/2018).

Di Johor Bahru, Wakil Presiden UMNO yang menjadi pejabat sementara Presiden UMNO, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi sebelumnya mengatakan, rekening UMNO Pusat dan UMNO Selangor sudah dibekukan.

Bekas Wakil Perdana Menteri itu mengatakan, tidak lama lagi, sejumlah akun UMNO di negara bagian juga akan dibekukan.

Zahid mengatakan, UMNO akan bekerjasama sepenuhnya dengan SPRM terkait hal ini dan pihaknya akan membuktikan bahwa keuangan partai bersih dan tidak terlibat dalam kegiatan pencucian uang haram.

UMNO pimpinan koalisi partai berkuasa Barisan Nasional yang pada Pemilu lalu dikalahkan oposisi  Pakatan harapan yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad.

"Tidak ada jaminan Presiden UMNO, wakilmnya, pengurus , tidak akan disiasat kerana kita tidak lagi memerintah. Ini termasuk bekas Menteri Besar," katanya.

Sementara itu, calon Presiden UMNO, Khairy Jamaluddin Abu Bakar mengatakan membekukan akun rekening partai ini akan menyulitkan UMNO dalam mengurus organisasi.

"Saya sangat-sangat khawatir dengan perkembangan terkini terkait dengan pembekuan akun UMNO oleh MACC," katanya.

Beberapa waktu lalu, kepolisian menggeledah kediaman mantan Perdana Menteri Najib Razak serta properti keluarga Najib terkait dugaan aliran dana dari SRC International, anak perusahaan 1MDB.

Dari penggeledahan itu, polisi membawa ratusan tas berisi uang tunai, perhiasan dan barang-barang mewah.

Terkait uang tunai yang nilainya mencapai Rp 400 miliar lebih itu, Najib mengatakan bahwa itu adalah uang partai UMNO karena dirinya menjadi Presiden UMNO.

Hingga saat ini, seluruh kekayaan yang disita MACC masih disimpan untuk penyelidikan dugaan pencucian uang dan korupsi.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help