Meski Pro-Kontra,UMS Batam 2018 Disebut Sudah Diterapkan Sejumlah Perusahaan

Meski ada tentangan dari Apindo Kepri, UMS Kota Batam tahun anggaran 2018 dikabarkan sudah diterapkan sejumlah perusahaan

Meski Pro-Kontra,UMS Batam 2018 Disebut Sudah Diterapkan Sejumlah Perusahaan
TRIBUNBATAM/ALFANDI
Pekerja mengawal rapat penetapan UMS 2018, Selasa (13/2/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polemik besaran Upah Minimum Sektoral (UMS) Kota Batam tahun anggaran 2018 masih terus bergulir.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri berencana menggugat SK Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Namun menurut Serikat Buruh di Kota Batam, besaran UMS yang ditetapkan Gubernur Kepri itu sudah mulai diterapkan sejumlah perusahaan di Batam.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPEE FSPMI Kota Batam, Mustofa, yang mengatakan bahwa UMS Kota Batam 2018 sudah diterapkan sejak diberlakukan mulai 1 Juni lalu.

Mustofa menyebut sejumlah perusahaan di Mukakuning sudah menerapkan UMS Kota Batam 2018 tersebut.

"Seperti Epson, TEC, Infinion, beberapa ini langsung merapatkan Umsk yang sudah di SK kan gubernur Kepri. Sebab SK inikan mengikat,"kata Mustofa, Jumat (29/6/2018).

Mustofa juga mengatakan penerapan UMS 2018 oleh sejumlah perusahaan di Batam tersebut sudah diketahui Disnaker Kepri dan Kota Batam.

"Mengenai UMS yang sudah ditetapkan beberapa perusahaan itu, disnaker provinsi dan Batam sudah tahu karena harus dilaporkan. Apabila ada kendala di perusahaan seperti tidak bisa membayar gaji sesuai UMS, perusahaan juga wajib melapor ke dinas terkait," katanya.

Mustofa mengatakan mulai Juni ini, sudah mulai akan terlihat kenaikkan dalam hal upah pekerja.

Perihal adanya rencana gugatan hukum oleh pihak Apindo Kepri, Mustofa mempersilakan dengan catatan selama belum ada keputusan tetap, SK Gubernur Kepri tersebut tetap diberlakukan.

"Silahkan lakukan proses hukum dan mengenai penetapan UMS tetap berjalan karena selama belum dibatalkan oleh pengadilan, maka SK itu sah dan tidak ada menunggu gugatan itu karena SK tidak bisa berhenti karena sebuah gugatan," ujarnya.

Saat disinggung bahwa sejumlah pengusaha menggangap upah di Batam tak kompetitif karena tinggi, Mustofa menyebut hal itu hanya klaim sepihak.

"Jangan bandingkan di sekitar sini, sebab Batam itu hampir sama standarnya dengan kawasan-kawasan di luar Batam seperti Kota Bekasi, Surabaya. Bukan membandingkan atas Apindo Batam saja," kata Mustofa.

"Disana sudah empat juta ke atas, kita masih di bawah saat ini. Apalagi kita di Batam ini untuk biaya ekonomi itu sangat mahal, jadi perlu diperhatikan lagi terhadap gaji buruh disini," ujar Mustofa. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help