Kisah Juliane Koepcke, Penumpang Selamat Pesawat Jatuh dari Ketinggian 10.000 Kaki

Kisah Juliane Koepcke, penumpang selamat pesawat Peru jatuh dari ketinggian 10.000 kaki

Kisah Juliane Koepcke, Penumpang Selamat Pesawat Jatuh dari Ketinggian 10.000 Kaki
juliane koepcke 

TRIBUNBATAM.id - Penerbangan maskapai asal Peru yakni LANSA dengan Nomor penerbangan 508 dijadwalkan melakukan penerbangan dari Ibu Kota Lima ke Pucallpa di wilayah tengah negara itu pada 24 Desember 1971 atau satu hari menjelang Natal.

Penerbangan itu membawa enam awak dan 86 penumpang.

Di antara penumpang ada dua warga Jerman, ahli ornitologi Maria Koepcke dan putrinya yang berusia 17 tahun, Juliana.

Mereka menuju ke Pucallpa untuk bertemu dengan sang suami, Hans-Wilhelm Koepcke, seorang ahli zoologi yang sedang melakukan penelitian di hutan Amazon.

Hanya 40 menit setelah take-off, pesawat kecil yang mereka tumpangi disambar badai petir.

Sambaran petir menghantam tangki bahan bakar, menyebabkan sayap kanan lepas dari lambung pesawat.

Semua orang di kapal tiba-tiba sadar, kecelakaan tak dapat dihindarkan lagi.

Pesawat itu turun mendadak dan mulai hancur karena semakin dekat ke tanah.

Akhirnya, setelah jatuh bebas dari ketingggian 10.000 kaki, pesawat meluncur di tengah hutan Amazon.

Kurang dari satu jam usai musibah terjadi, Juliana menemukan dirinya sebagai satu-satunya yang selamat dari penerbangan LANSA 508.

Halaman
1234
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved