Dua Kondisi Langit Indonesia Ini Bikin Kru Pesawat Mata-mata Amerika Ampun-ampun!

U-2 Dragon Lady dikembangkan oleh Lockheed atas permintaan CIA (Central Intelligence Agency) untuk melakukan pengintaian dan pemotretan

Dua Kondisi Langit Indonesia Ini Bikin Kru Pesawat Mata-mata Amerika Ampun-ampun!
Lockheed Martin
Pesawat pengintai U-2 Dragon Lady 

TRIBUNBATAM. id -U-2 Dragon Lady dikembangkan oleh Lockheed atas permintaan CIA (Central Intelligence Agency) untuk melakukan pengintaian dan pemotretan di atas wilayah Uni Soviet.

Desain fuselage ramping, namun bentang sayapnya sangat panjang agar mampu melayang pada ketinggian ekstrim nyaris 20 km di atas permukaan bumi.

Pada saat didesain, pencegat terbaik Uni Soviet seperti MiG-17 hanya bisa terbang setinggi 14 km.

Baca: Cara Membersihkan Memori Ponsel di WhatsApp Agar Tidak Cepat Penuh

Baca: Pohon-pohon di Hutan Ini Tumbuh Bengkok. Tak Ada yang Bisa Menjelaskan Penyebabnya

Baca: VIRAL! Polisi Ini Membawa Tas Anak TK Bergambar Beruang Saat Bertugas. Ternyata Begini Kisahnya

Divisi khusus Lockheed yang bernama Skunk Works di bawah pimpinan Clarence “Kelly” Johnson mengerjakan proyek ini dengan membuat purwarupa CL-282.

Desain tubuhnya diambil dari F-104 Starfighter yang dimodifikasi.

Ditenagai dengan mesin GE J73, U-2 memiliki bentang sayap yang mencapai 31m, membuatnya mampu melayang seperti glider dengan efisiensi tinggi pada ketinggian optimal.

Desain ini memampukannya terbang jauh hingga 10.000 km tanpa mengisi bahan bakar.

U-2 harus diterbangkan dengan hati-hati dengan terus mengamati indikator karena rentang kecepatan optimal dan stall speed U-2 hanya 10 knot.

Akibatnya, pilot harus konstan menjaga batas atas kecepatannya.

Pesawat ini juga sangat sukar dikendalikan pada saat mendarat. Bentang sayapnya yang lebar memberikan gaya angkat yang membuatnya susah menyentuh bumi.

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help