Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba Akan Dihentikan Selasa Besok. Ini Alasannya

Pencarian korban hilang KM Sinar Bangun sudah memasuki hari ke-14, namun belum ada korban yang ditemukan.

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba Akan Dihentikan Selasa Besok. Ini Alasannya
Tribun-medan.com/ Riski Cahyadi
Tim gabungan terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri melakukan pencarian korban kapal tenggelam menggunakan kapal milik Dinas Perhubungan Sumut, di perairan Danau Toba, Simalungun, Selasa (19/6/2018). 

TRIBUNBATAM.id, SIMALUNGUN - Pencarian korban hilang KM Sinar Bangun sudah memasuki hari ke-14, namun belum ada korban yang ditemukan.

Selama pencarian, Tim Basarnas gabungan telah mengkerahkan alat canggih, penyelam andal, dan kapal-kapal untuk mencari 164 korban hilang di Danau Toba.

Rencananya pada hari ke 14 hingga 16 atau tiga hari penambahan masa pencarian, Basarnas berencana mendatangkan robot atau ROV yang dapat bekerja mengangkat korban atau mengikat korban untuk di bawa ke permukaan dari Surabaya.

Baca: Warga Bengkong Menangkan Honda Beat dari New Ocarina. Masih Ada Pengundian Akhir Pekan Ini

Baca: Ada Oli Tumpah di Jalan Raden Patah Batam, Belasan Kendaraan Terjatuh, Termasuk Motor Polisi

Baca: Saya Lihat Mayat-Mayat Tergantung dan Bibi Ada di Dekat Tempat Tidur. Saya tak Sanggup

Namun, rencana itu dibatalkan.

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji mengaku tak dapat mendatangkan alat tersebut.

Karena, untuk mendatangkan alat tersebut membutuhkan waktu satu bulan.

"Kita harus melihat kondisi korban. Datang satu bulan, belum lagi rakitnya. Bisa dua bulan. Kita harus melihat kondisi ini,"katanya usai pertemuan dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kanupaten Simalungun, Minggu (1/6/2018).

Bambang mengaku sudah berkonsultasi dengan pakar atau ahli tentang pengoperasian dari alat tersebut.

"Saya tanya ahli-ahli luar negeri yang mengerti tentang ini. Mereka bilang ini sudah 14 hari, sudah tidak bisa lagi," katanya.

Bambang yang memimpin pencarian di titik jatuhnya kapal atau pun di titik temuan mayat oleh ROV mengaku ini pertama kali melakukan pencarian dengan kedalaman 450 meter.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved