Hari Ini Rupiah Terkulai di Posisi Rp14.420 per Dolar AS, Paling Lemah Sejak 2015

Hari ini, kondisi rupiah makin terintimidasi dolar AS. Di pasar spot diperdagangkan di Rp 14.420 per dolar AS, level terendah sejak 2015.

Hari Ini Rupiah Terkulai di Posisi Rp14.420 per Dolar AS, Paling Lemah Sejak 2015
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Uang rupiah 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Hari ini, kondisi rupiah makin terintimidasi dolar Amerika Serikat (AS).

Siang tadi sekitar pukul 14:13 WIB, rupiah di pasar spot diperdagangkan di Rp 14.420 per dolar AS, level terendah sejak 2015. 

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, rupiah melemah karena masih terpengaruh faktor penguatan dolar akibat suku bunga The Fed diperkirakan naik dua kali lagi di tahun ini.

Rupiah melemah juga dipicu persoalan perang dagang di global yang semakin memanas setelah Trump memberi ancaman ke World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia. Tak hanya ke WTO, Trump juga tampaknya akan memicu perang dagang denagn pasar Uni Eropa serta negara maju lainnya.

Sementara, dari dalam negeri investor masih mencemaskan defisit perdagangan yang terjadi di Indonesia.

Baca: Rupiah Tembus 14.000 per Dolar. Begini Reaksi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Baca: Investor Sibuk Buru Dolar, Mata Uang Garuda pun Terjun ke Angka Rp 13.900 Lebih

Tercatat neraca perdagangan periode Mei 2018 defisit 1,52 miliar dolar AS.

"Tampaknya para eksportir yang mendapat untuk dari penguatan dollar AS masih menahan mata uang dollar AS ditengah ketidakpastian kondisi politik menuju Pilpres 2019," kata Faisyal, Selasa (3/7/2018).

Untuk penutupan sore nanti, Faisyal memproyeksikan rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan dan bergerak direntang Rp 14.400 per dollar AS hingga Rp 14.500 per dollar AS.

"Kami masih melihat bagaimana perdagangan dollar AS dengan euro. Jika dollar AS menguat ini jadi sentimen negatif lagi ke rupiah," kata Faisyal. (kontan/Danielisa Putriadita) 

Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved