Kapal Berisi 44 WNI Karam di Johor, Diduga dari Batam atau Bintan. Satu Korban Ditemukan Tewas

Peristiwa nahas kembali menimpa kapal yang diduga mengagungkut 44 penumpang dari Indonesia.

Kapal Berisi 44 WNI Karam di Johor, Diduga dari Batam atau Bintan. Satu Korban Ditemukan Tewas
bbc indonesia
Petugas medis Malaysia memberikan pertolongan kepada seorang penumpang yang berhasil diselamatkan. 

"Tapi dugaan kami adalah kapal berlayar dari pulau dekat yaitu Batam dan Bintan. Biasanya jalurnya dari Batam dan Bintan. Saya sudah sering turun lapangan dan di Batam dan Bintan banyak tempat rawan untuk menyelundupkan manusia ke Johor karena jaraknya dekat sekali," jelas Haris Nugroho.

Masuk Ilegal

Jarak tersebut bisa ditempuh dalam waktu 40 menit biar pun dengan menggunakan kapal nelayan sekalipun.

Kemudahan jarak tempuh itu ditambah lagi dengan kondisi wilayah pesisir Johor yang terbuka sehingga memudahkan pendaratan secara ilegal.

"Di pantai timur pantainya landai dan di belakangnya terdapat kebun-kebun kelapa sawit yang lebat dan hutan alam. Saya amati setiap kejadian mereka selalu masuk di situ," Haris Nugroho menerangkan lebih lanjut.

Pada Januari 2017, belasan tenaga kerja Indonesia juga ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang mereka tumpangi untuk masuk ke Malaysia secara ilegal tenggelam.

Baca: Kisah Pilu TKI yang Semalaman Terombang-ambing di Laut: Kami Antara Takut, Panik, Juga Pasrah

Baca: Terkait Pengamanan 71 TKI Ilegal di Nongsa. Wakpolresta Barelang: Kita Kejar Tekongnya

Sekitar 13 orang lainnya menyelamatkan diri ke dalam hutan.

Tim Perlindungan WNI KJRI Johor Bahru berusaha memberikan pertolongan kepada penumpang selamat dan mengorek informasi. Foto: KJRI JOHOR BAHRU

Peran calo dan daya tarik

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved