Ditanya Soal Pengalihan Aset Pasar Induk. Ini Jawaban Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo

"Tak ada keinginan dari BP Batam memperlambat proses pengalihan aset ini. Kita lakukan sesuai prosedur yang ada," kata Lukita

Ditanya Soal Pengalihan Aset Pasar Induk. Ini Jawaban Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo
tribunnews batam/mona
Pasar Induk Jodoh, Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keberadaan pasar induk di Batam, dipertanyakan dalam forum diskusi "Membedah dan Menyikapi Pertumbuhan Ekonomi Batam Triwulan 1/2018" yang digelar BP Batam, Rabu (4/7) di Grand i Hotel.

Diskusi itu melibatkan pengusaha dan instansi terkait, seperti disampaikan Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kota Batam, Andi Bola.

"Kami mendukung kegiatan Pemerintah Kota Batam (terkait infrastruktur), tapi berapa banyak pelaku UMKM (usaha mikro kecil menengah) yang digusur. Katanya mau ditempatkan di Pasar Induk," kata Andi dalam forum itu.

Baca: Jelang Diskusi Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pengusaha. Ini Hasilnya

Baca: Wali Kota Berharap BP Batam Segera Serahkan Aset Pasar Jodoh. Rudi: Supaya Cepat Kita Tertibkan

Baca: Dubes Korsel Kunjungi BP Batam. Eko Budi Jelas Soal Akselerasi Batam Menuju Kawasan Tujuan Investasi

Namun dari informasi terakhir yang didapatnya, aset pasar induk belum diserahkan ke Pemko Batam. 

Andi mempertegas, saat ini ada sekitar 300 ribu pelaku UMKM di Batam. Keberadaannya tak bisa dipandang sebelah mata, karena berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Batam.

"Bagaimana ceritanya meningkatkan ekonomi sedangkan Pasar Induk, tak ada," ujarnya.

Menjawab pertanyaan soal pasar induk, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, proses pengalihan pasar induk saat ini masih berada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Diakuinya, surat persetujuan dari Presiden terkait pengalihan aset itu memang sudah turun.

"Untuk aset yang nilainya di atas Rp 10 miliar memang perlu persetujuan dari presiden. Surat itu sudah turun. Tapi tidak serta merta aset itu bisa diserahkan," kata Lukita saat konferensi persnya.

Masih ada proses lanjutan yang perlu ditempuh di Kemenkeu. Proses inilah yang masih ditunggu BP Batam. Dari pihaknya pun ingin proses pengalihan aset tersebut bisa segera dilakukan.

"Kalau dari Kemenkeu sudah bilang ya, bisa langsung kita serahkan," ujarnya.

"Tak ada keinginan dari BP Batam memperlambat proses pengalihan aset ini. Kita lakukan sesuai prosedur yang ada, supaya tidak jadi pertanyaan di kemudian hari," kata Lukita.

Ini tidak hanya berlaku untuk aset pasar induk, tetapi juga untuk aset lainnya. Seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Masjid Agung Batam di Batam Center, Masjid Baiturrahman di Sekupang, dan Gedung Wali Kota Batam. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help