Kapal Batam Karam di Perairan Malaysia. 8 Penumpang Ditemukan Tewas, 11 Masih Dicari

Kapal asal Batam dilaporkan karam di sekitar perairan Johor Bahru, Malaysia, Senin (2/7/2018) dini hari

Kapal Batam Karam di Perairan Malaysia. 8 Penumpang Ditemukan Tewas, 11 Masih Dicari
bbc indonesia
Petugas medis Malaysia memberikan pertolongan kepada seorang penumpang yang berhasil diselamatkan. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kabar kapal speedboat warga negara Indonesia (WNI) dari Batam karam di sekitar perairan Johor Bahru, Malaysia, Senin (2/7/2018) dini hari ternyata bukan isapan jempol belaka.

Kebenaran kabar itu setelah Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang menerima laporan resmi dari MRCC (Basarnas, red) Malaysia, Rabu (4/7/2018).

Kepala Basarnas Kelas A Tanjungpinang, Budi Cahyadi melalui Eko Supriyanto, Kepala Operasi Basarnas Kelas A Tanjungpinang mengatakan pada pencarian hari kedua, Rabu, MRCC kembali menemukan 6 korban tewas.

Lima korban berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan.

Baca: Demi Buktikan Cinta, Politisi Muda Ini Tembak Kepalanya Sendiri di Rumah Pacarnya

Baca: Jusuf Kalla Tolak Tawaran Demokrat Duet Bareng AHY di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Baca: Mengenal Al-Jazari, Seniman Pencipta Band Musik Robot di Abad ke-12: Lampaui Zaman!

Dengan begitu, hingga kini jumlah korban tewas sebanyak 8 orang, 6 laki-laki, 2 perempuan.

"Info dari MRCC Johor Bahru, Bapak Zairuli, telah ditemukan korban hari ini sebanyak 5 orang, 5 laki-laki, 1 perempuan," kata Eko Supriyanto, Rabu (4/7/2018)

Sementara korban selamat sebanyak 25 orang dan 11 orang tengah dilakukan pencarian.

"Masih dilakukan secara maksimal pencarian. Laporan yang kami terima seperti itu saat ini," ujar Eko.

Berdasarkan informasi yang didapat Basarnas Tanjungpinang, speedboat bertolak dari Batam hendak ke Johor Penawar, Malaysia.

Diduga akibat cuaca buruk, kapal tenggelam.

"Wilayahnya itu jauh masuk wilayah Johor Malaysia tak jauh dari bibir pantai Malaysia. Karena itu bukan kewenangan kita, tetap berkordinasi saja dengan pihak Malaysia,"kata Eko Supriyanto.

Berdasarkan laporan yang diterima, lokasi kejadian diperkirakan memiliki jarak dengan bibir pantai Punggai Johor Malaysia sekitar 8 mil arah utara. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved