Edy, Pria yang Ditemukan Tewas Mengapung di Sei Ladi, Dikenal Warga Sebagai Atlet Lari

Siapa sangka, Taban Musadi alias Edi (30) korban yang ditemukan mengapung di Dam Sei Ladi, ternyata dikenal sebagai atlet lari

Edy, Pria yang Ditemukan Tewas Mengapung di Sei Ladi, Dikenal Warga Sebagai Atlet Lari
tribun batam
Proses evakuasi mayat Edi, di Sei Ladi, Rabu (4/7/2018). 

TRIBUMBATAM.id, BATAM - Siapa yang menyangka, Taban Musadi alias Edi (30) korban yang ditemukan mengapung di Dam Sei Ladi, Rabu (4/7/2018) adalah atlet lari cepat.

Ia sering memenangkan kejuaraan di tingkat Provinsi Kepri.

Hal itu diungkapkan tetangga korban yang tinggal di Tiban Indoteri.

Baca: Sebelum Ditemukan Tewas Mengapung di Dam Sei Ladi, Edi Sempat Pukul Nur. Diduga Motif Cinta

Baca: Inilah Penyebab Sebenarnya Drama Baru Song Hye Kyo dan Park Bo Gum Lama Diumumkan

Baca: Sudah Hari Kedua, Belum Bacaleg yang Daftar ke KPU Batam

Namun beberapa tahun terakhir Edi tidak pernah lagi mengikuti kejuaraan lari.

Kendati demikian ia sering tampak berlatih di perumahan tempat dia tinggal.

Solani, Ketua RT III RW VII Tiban Indotri Kelurahan Tiban Indah saat ditemui TRIBUNBATAM.id, mengatakan, Edi dikenal sebagai sosok gokil dan suka bercanda.

Foto Edy semasa hidup
Foto Edy semasa hidup (ISTIMEWA/POLISI)

Namun ia jarang berkumpul dengan warga sekitar.

"Memang benar dia warga di sini, dia tinggal Bersama Pak Paryudi yang sudah dianggap sebagai bapak Angkatnya," sebut Solani.

Beberapa kali Edi mengikuti perlombaan lari dan memenangkan perlombaan tersebut.

Dia memang sangat berambisi menjadi atlet pelari cepat.

"Subuh dia biasanya lari. Saya tahu betul dia itu memang sering latihan," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja Iptu Awal Syakban Harahap mengatakan, sebelum tinggal bersama ayah angkatnya, Edi sempat berjualan nasi goreng di kawasan nongsa.

"Setelah tidak jualan nasi goreng, kemudian dia ikut bapak angkatnya jualan ayam penyet," katanya.

Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebab kematian korban apakah korban tewas bunuh diri atau memang dibunuh. 

"Belum sampai ke sana kita mengambil kesimpulan. Kita masih terus lakukan pemeriksaan," katanya.(koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help