Sebelum Ditemukan Tewas Mengapung di Sei Ladi, Edi Pernah Curhat ke Ibu Angkatnya

Terkait pasangan, setahu ibu angkatnya, Edi ini belum punya pacar dan karena tidak pernah melihat teman wanita ke rumah ibu angkatnya

Sebelum Ditemukan Tewas Mengapung di Sei Ladi, Edi Pernah Curhat ke Ibu Angkatnya
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Rumah orangtua angkat Edi di Tiban 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebelum ditemukan tewas terapung di Dam Sei Ladi, Rabu (4/7/2018) lalu, Taban Musadi alias Edi ternyata sempat pamit ke kakak angkatnya.

Kakak angkatnya Heni, mengatakan, saat pamit Edi mengatakan, kalau dirinya tidak akan pulang.

Hal ini disampaikan istri Prayudi, menirukan apa yang disampaikan Edi kepada kakaknya sebelum meninggal di saat Tribun mendatangi rumah keluarga angkat Edi di Tiban, Sekupang, Batam.

 

Baca: Cerita Inong: Usai Memukul, Edi Kabur Membawa Motornya. Sampai Kini Belum Ditemukan

Baca: Terungkap, Pemilik Koper Berisi Batu yang Terikat di Jasad Edi Saat Ditemukan Mengapung di Sei Ladi

Baca: 7 Fakta Penemuan Mayat Mengapung di Sei Ladi. Jasad Edi Terikat di Koper Berisi Batu

"Iya, Edi ada ngomong kepada kakaknya begitu, pamit kepada kakaknya,"kata istri Prayudi yang tidak ingin menyebutkan namanya, Jumat (6/7/2018).

Dia juga menyampaikan, Edi berasal dari Kalimantan.

Terkait pasangan, setahu ibu angkatnya, Edi ini belum punya pacar dan karena tidak pernah melihat teman wanita ke rumah ibu angkatnya.

"Setahu saya, Edi belum punya pacar, temannya tidak pernah datang kemari, yang saya tahu. Selain itu, Edi juga jarang di rumah ini. Kadang dia datang kemarin, sekali 3 hari,"kata istri Prayudi, ibu angkat Edi.

Dia juga mengatakan, Edi pernah mengeluh, bahwa dia merasa tidak berarti dalam hidup di dunia ini.

"Dia pernah mengeluh kepada saya, Edi menyampaikan kok saya seperti tidak ada arti hidup. Mending aku mati saja. Ya aku terus langsung bilang, loe kok kamu ngomong begitu? Langsung mau mati. omonganmu. Karena Edi ini sudah saya anggap anak sendiri, ya saya nasihati,"katanya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help