Terapkan Good Governance, BPJS Ketenagakerjaan Batam-Sekupang Tolak Gratifikasi

BPJS Ketenagakerjaan Batam-Sekupang berkomitmen untuk selalu menerapkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik atau Good Governance.

Terapkan Good Governance, BPJS Ketenagakerjaan Batam-Sekupang Tolak Gratifikasi
TRIBUNBATAM/ZABUR
Whendri Asril, Kabid Umum BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang (kiri) menyerahkan gratifikasi kepada tukang parkir. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Untuk menjaga konsistensi dan profesionalitas dalam bekerja serta pencegahan korupsi di level kantor cabang, BPJS Ketenagakerjaan Batam-Sekupang berkomitmen untuk selalu menerapkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik atau Good Governance.

Baca: Rayakan HUT ke-50, Pimpinan BPJS Turun Tangan Layani Masyarakat

Baca: Rismauli Derita Stroke, BPJS Ketenagakerjaan Sekupang Proses Klaim di Rumah Peserta!

Jefri Iswanto Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan mengatakan pihaknya tidak akan menerima segala bentuk pemberian yang berbau gratifikasi dari seluruh stakeholder, baik itu peserta dalam hal ini tenaga kerja dan perusahaan, mitra kerja, maupun instansi yang berkaitan dengan proses bisnis BPJS Ketenagakerjaan.

"Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, menyebutkan gratifikasi merupakan pemberian dalam arti luas. Meliputi pemberian uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya," ujarnya.

Jefri menyebutkan BPJS Ketenagakerjaan mencoba menerapkan pelayanan yang bersih, transparan, modern, professional, dan yang paling penting bebas dari pungli dan gratifikasi.

Seperti halnya pada saat momen lebaran beberapa waktu lalu, banyak mitra kerja maupun perusahaan peserta yang berniat hendak memberikan sejenis Parsel berupa makanan dan minuman ditolak oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Baca: 7 Hal Penting yang Patut Diketahui Para Pemudik Agar Tetap Bisa Dapatkan Layanan BPJS Kesehatan

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Sekupang Lakukan Sosialisasi di Pasar Tradisional. Ini Tujuannya

“Namun Ada beberapa yang tidak bisa ditolak yang pada akhirnya kami serahkan kepada teman- teman yang membutuhkan seperti tukang parkir dan pedagang eceran yang berada di sekitar kantor. Semuanya terdokumentasi dengan baik dan Kami laporkan ke kantor pusat lewat aplikasi Internal,” ujarnya

Penolakan ini juga berdasarkan kebijakan dari Direksi BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan dalam himbauan itu ditulis bahwa seluruh mitra BPJS Ketenagakerjaan dilarang menerima atau memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun juga.

“Kami sangat menghargai niat baik tersebut, namun tanpa mengurangi rasa hormat, dengan halus, tapi tegas kami katakan, bahwa kami tidak bisa menerima pemberian apapun, bukan hanya pada saat lebaran saja, namun juga untuk seterusnya," katanya.

Tanpa pemberian tersebut Jefri mengatakan tidak akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.

“Kami melayani dengan hati yang tulus dan profesional sesuai dengan nilai budaya BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.(bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help