Warga Keturunan Indonesia yang Diadopsi Belanda Unjuk Rasa Tuntut Tanggungjawab Pemerintah Setempat

Sejumlah warga keturunan Indonesia yang diadopsi warga Belanda menggelar demonstrasi di kota Denhaag, Belanda.

Warga Keturunan Indonesia yang Diadopsi Belanda Unjuk Rasa Tuntut Tanggungjawab Pemerintah Setempat
instagram/ana maria
Ana Maria, seorang aktivis Mijn Roots bersama rekan-rekannya menggelar demonstrasi di depan kantor Menteri Keadilan dan Perlindungan di Den Haag, Belanda, Kamis (5/7/2018). 

TRIBUNBATAM.id, DENHAAG- Sejumlah warga keturunan Indonesia yang  diadopsi warga Belanda menggelar demonstrasi di depan kantor Menteri Keadilan dan Perlindungan di Den Haag, Belanda, Kamis (5/7/2018). 

Mereka tergabung dalam organisasi "Mijn Roots" Foundation, sebuah yayasan yang bergerak dalam upaya menemukan orangtua kandung warga keturunan Indonesia yang diadopsi warga Belanda.

Para pengunjuk rasa adalah warga keturunan Indonesia yang kini sudah menjadi warga Belanda.

Semasa masih anak-anak, sekitar tahun 1970-1980-an, mereka dibawa dari sejumlah daerah di Indonesia kemudian diadopsi oleh warga Belanda baik secara legal maupun ilegal.

Ana Maria, seorang aktivis Mijn Roots yang juga warga Belanda keturunan Indonesia hasil adopsi mengatakan, aksi tersebut digelar untuk meminta pemerintah Belanda ikut bertanggungjawab atas kejadian adopsi di masa lalu tersebut.

Kebanyakan anak-anak Indonesia yang dulu diadopsi warga Belanda dilakukan secara ilegal.

Baca: Sekitar 3.000 Anak Indonesia Pernah Diadopsi Warga Eropa, Begini Prosedur Mencari Anak Hilang Itu

Baca: Tangis Kerinduan Ami yang Putri Pertamanya Diadopsi 30 Tahun Lalu: Saya Sangat Ingin Memeluknya

Saat ini, mereka yang kini rata-rata sudah dewasa menuntut dan ingin bertemu dengan orangtua kandung mereka yang ada di Indonesia.

Selama kurun waktu 1970-80-an tersebut ada sekitar 3.000 anak Indonesia yang diadopsi warga Eropa, tidak hanya Belanda tapi juga Perancis dan Inggris.

"Kami menuntut agar pemerintah Belanda juga bertanggungjawab dalam upaya mencari orangtua dan keluarga kandung anak-anak Indonesia yang dulu pernah diadopsi oleh warga Belanda,"kata Ana saat berbicara pada TRIBUNBATAM.id melalui whatsapp.

Dia menambahkan, aksinya bersama rekan-rekannya juga didukung politisi setempat. (*)

Penulis: Sri Murni
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved