Mayat Mengapung di Dam Sei Ladi

Hasil Otopsi Polda Kepri Sebut Edi, Pria Tewas Mengapung di Dam Sei Ladi Masih Hidup Saat Masuk Air

Polda Kepri akhirnya melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian Taban Musadi alias Edi, pria yang ditemukan tewas mengapung di Dam Sei Ladi

Hasil Otopsi Polda Kepri Sebut Edi, Pria Tewas Mengapung di Dam Sei Ladi Masih Hidup Saat Masuk Air
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Mayat di Sei Ladi sudah dievakuasi, Rabu (4/7/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polda Kepri akhirnya melakukan otopsi terhadap jenazah Taban Musadi alias Edi (30), pria yang ditemukan tewas mengapung di Dam Sei Ladi, Rabu (4/7/2018) siang,

Otopsi dilakukan dengan cara membedah jenazah Taban Musadi alias Edi.

Hasilnya, Taban Musadi alias Edi dinyatakan masih hidup pada saat masuk ke dalam air Dam Sei Ladi.

"Ditemukan diatome (tumbuhan sejenis ganggang, red) pada usapan paru menunjukkan korban masih dalam keadaan bernapas pada saat masuk ke dalam air,"ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kepri, Kombes  Pol Djarot Wibowo, Jumat (7/7/2018).

Baca: Kasus Bayi Dalam Kulkas Terungkap, Ini yang Dilakukan Pengasuh Sehingga Adam Meninggal

Baca: BREAKINGNEWS! Sempat Terbang Satu Jam, Lion Air Batam-Jakarta Kembali Mendarat di Hang Nadim

Baca: Jagad Medsos Malaysia Heboh Mobil Mewah Bufori Patriot 2020 Milik DR M, Harganya Rp5,25 M

Djarot juga menyimpulkan penyebab kematian Edi karena tenggelam.

"Jadi kesimpulannya korban meninggal karena tenggelam," kata Djarot.

Kabid Dokkes Polda Kombes Pol Djarot Wibowo juga mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar di tubuh korban ditemukan beberapa luka, diantaranya luka terbuka dangkal pada bibir, luka lecet pada dagu, memar pada lutut kiri, luka lecet tekan melingkar pinggang, dan tanda-tanda terendam dalam air.

Perihal luka pada wajah dan bibir, Djarot mengatakan tidak signifikan menimbulkan kematian. 

"Luka-luka pada wajah dan bibir tidak signifikan untuk menimbulkan kematian," kata Djarot.

Hasil bedah mayat, tim Dokkes Polda Kepri juga menemukan, organ dalam sudah memburuk, terdapat busa-busa halus pada tenggorokan, perlengketan paru kiri, dan lambung berisi makanan setengah tercerna.

"Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada bagian dalam tubuh," kata Djarot.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik dikatakan Djarot juga diperoleh skirinig napza dari bahan bilasan kandung kemih menunjukkan metabolit AMP positif, dan ditemukan diatome atau ganggang pada usapan paru. (*)

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help