Saat Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara, Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif Justru Sedang di Inggris

Keputusan tersebut menjadi sebuah pukulan telak bagi partai politiknya, Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N). Apalagi 25 Juli akan pemilu.

Saat Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara, Mantan PM Pakistan Nawaz Sharif Justru Sedang di Inggris
AFP / AAMIR QURESHI
Mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif, yang telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan korupsi, pada Jumat (6/7/2018). 

TRIBUNBATAM.id, ISLAMABAD - Mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Pengadilan Korupsi setempat, Jumat (6/7/2018). 

Keputusan tersebut menjadi sebuah pukulan telak bagi partai politiknya, Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N).

Apalagi, 25 Juli mendatang, Pakistan akan menghadapi pemilihan umum.

Saat keputusan hukuman dibacakan, Nawaz tidak hadir di pengadilan karena menemai istrinya yang menjalani perawatan untuk penyakit kanker di London, Inggris.

Kini muncul pernyataan, apakah Nawaz akan kembali ke Pakistan setelah hukumannya dibacakan.

Keputusan pengadilan ini juga menjadi peluang bagi partai oposisi utama, yang dipimpin Imran Khan, untuk meraih suara terbanyak dalam pemilu mendatang.

Nawaz digulingkan dari jabatannya sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Agung pada 2017 lalu karena terlibat kasus korupsi dan telah dilarang dalam politik seumur hidup.

Meski tak lagi menjabat sebagai pemimpin pemerintahan, namun sosol Nawaz masih menjadi simbol kuat bagi partainya, PML-N. Kerabat Nawaz, Shahbaz Sharif yang saat ini memimpin PML-N, dengan tegas menolak keputusan pengadilan.

Baca: MENCENGANGKAN! Ribuan Wanita Pakistan Dibunuh Keluarga Sendiri, Termasuk Selebgram Satu Ini

Baca: Pria Pakistan yang Ngaku Punya Indera Ke-6 Ramalkan Tsunami Dahsyat akan Hantam Asia

Baca: The Power of Emak-emak. Hadapi 200 Pasukan Sendirian, Begini Kisah Wanita Pakistan Ini Kini

"Kami menolak keputusan ini, yang didasarkan pada ketidakadilan. Keputusan ini akan dicatat sebagai sejarah kelam negara ini," katanya.

Oposisi Bersorak

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help