Kapal Diduga TKI Tenggelam di Johor! 8 Penumpang Masih Hilang, Malaysia Hentikan Pencarian

SAR Malaysia menghentikan pencarian korban tenggelam kapal diduga mengangkut TKI yang tenggelam di perairan Johor. 8 orang masih hilang!

Kapal Diduga TKI Tenggelam di Johor! 8 Penumpang Masih Hilang, Malaysia Hentikan Pencarian
bbc indonesia
Ilustrasi petugas medis Malaysia memberikan pertolongan kepada seorang penumpang yang berhasil diselamatkan 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Tim SAR Malaysia, MRCC akhirnya mengakhiri pencarian korban TKI yang karam menggunakan kapal di Johor Bahru Malaysia. Karena masa pencarian sudah habis dan tidak ada tanda-tanda sisa korban ditemukan.

Eko Supriyanto Kasi Operasi Basarnas Kelas A Tanjungpinang telah menerima laporan tersebut dari pihak Malaysia yang melakukan pencarian. Upaya pencarian kata dia, sudah dilakukan secara maksimal hingga batas waktu maksimal untuk melakukan pencarian.

Baca: Tontowi-Liliyana Juara Indonesia Open 2018, Tumbangkan Ganda Campuran Malaysia

Baca: Inilah 5 Cara Mengatasi Migrain Kepala Anda dengan Mudah. Selain Kompres Es, Minum Teh Jahe

Baca: Kasus Jasad di Dam Sei Ladi, Polisi Kantongi Keterangan Soal Ini. Bakal Gelar Perkara Lagi

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

"Pencarian dinyatakan sudah selesai pada tanggal 6 (Juli). Sesuai batas waktu dinyatakan berakhir. Sudah tak ditemui tanda-tanda korban ditemukan," ujar Eko Supriyanto saat dikonfirmasi Tribun Batam, Minggu (8/7/2018) malam.

Hingga pencarian hari terakhir sisa korban sebanyak 8 orang tidak ditemukan. Dengan rincian korban laki-laki sebanyak 7 orang dan satu perempuan.

Total yang bisa ditemukan baik hidup maupun. Meninggal sebanyak 36. Korban meninggal yang berhasil ditemukan hanya 11 orang. Namun jika ditemukan ada tanda-tanda korban muncul kepermukaan pihak Malaysia tetap akan melakukan evakuasi.

Seperti diberitkan kapal karam diduga membawa TKI karam di Malaysia. Pihak Kantor Basarnas Tanjungpinang menerima informasi kejadian pada pukul 01.45 dinihari, Senin (2/7/2018).

"Wilayahnya itu jauh masuk wilayah Johor Malaysia tak jauh dari bibir pantai Malaysia. Karena itu bukan kewenangan kita, tetap berkordinasi saja dengan pihak Malaysia," kata Eko Supriyanto saat itu. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help