Kasus Jasad di Dam Sei Ladi, Polisi Kantongi Keterangan Soal Ini. Bakal Gelar Perkara Lagi

Motifnya itu masih kita dalami. Beberapa orang terdekat korban masih kita mintai keterangan

Kasus Jasad di Dam Sei Ladi, Polisi Kantongi Keterangan Soal Ini. Bakal Gelar Perkara Lagi
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Mayat mengapung di Dam Sei Ladi, Rabu (4/7/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Meskipun Taban Musadi alias Edi (30) diduga tewas akibat bunuh diri, namun kepolisian terus mendalami kasus ini. Dalam waktu dekat Polsek Lubukbaja kembali melakukan gelar perkara.

Sebelumnya Edi ditemukan tewas di dam Sei Ladi, Rabu (4/7/2018) dengan kondisi terikat tali koper berisi tiga batu. Saat ditemukan jasad mengapung. Hasil otopsi jenazah di RS Bhayangkara Polda Kepri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di organ tubuh.

Baca: Inilah 5 Cara Mengatasi Migrain Kepala Anda dengan Mudah. Selain Kompres Es, Minum Teh Jahe

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

Baca: Kisah Kapolri Hoegeng Dicopot Presiden Soeharto Karena Usut Kasus Pemerkosaan Gadis Penjual Telur

Begitu juga dengan hasil pemeriksaan luar ditemukan luka ringan di bibir dan kaki yang disebut jauh sebagai kemungkinan penyebab kematian.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stefani melalui Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Iptu Awal Sya'ban Harahap mengatakan, Edi meninggalkan rumah orangtua angkatnya Paryudi dua hari sebelum ditemukan tewas.

Edi meninggalkan rumah pada hari Senin (2/7/2018) usai menonton Piala Dunia yang mempertemukan Kroasia melawan Denmark.

Kemudian, Edi dilaporkan meninggalkan rumah Paryudi dengan membawa sepeda motor Beat warna hitam bernopol BP 3878 IA milik Nur Azizah, adik angkatnya.

Sebelum pergi meninggalkan rumah, Edi disebut memukul Nur Azizah (20) yang juga anak ketiga Paryudi. Nur Azizah merupakan gadis yang disukai Edi selama ini.

"Jadi Edi ini pernah curhat sama anak kakak angkatnya yang tinggal di Tiban Nirwana. Edi ini bilang kalau cintanya ditolak, dan dia mau mati saja. Jangan dicari lagi," kata Awal, Minggu (8/7/2018).

Sejumlah orang dekat korban, termasuk bapak angkatnya Paryudi beserta istri dan anaknya Nur Azizah masih dimintai keterangan penyidik.

"Motifnya itu masih kita dalami. Beberapa orang terdekat korban masih kita mintai keterangan," ujarnya.

Polsek Lubukbaja juga kembali melakukan gelar perkara hasil pemeriksaan dari saksi-saksi sampai berlanjut Senin (9/7/2018).

"Nanti akan kita sampaikan hasil dari gelar perkaranya. Pastinya sampai saat ini, belum bisa kita pastikan alasannya bunuh diri," janji Awal.

Saat dimintai keterangan sebelumnya, Paryudi menuturkan, dalam beberapa waktu belakangan Edi terlihat seperti orang yang frustasi hingga menganggu kondisi kejiwaannya. Menurut Paryadi, Edi frustasi sejak gagal lolos seleksi untuk menjadi atlet lari.

Dia selanjutnya memberikan motivasi. Tak berselang, Edi giat latihan lari di pantai dan mengikatkan pemberat di badannya seperti kayu. Edi juga kerap terlihat mengikatkan diri di pondok dekat rumah untuk latihan lari.

"Karena sudah tidak ikut lomba lagi, dia masih sering latihan dengan mengikatkan badannya ke sesuatu yang berat dan dia berusaha untuk narik pemberat itu," ungkap Paryudi beberapa hari setelah kejadian. (*)

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help