Demokrat Rapat Pilpres! Nama Prabowo dan Jokowi Disebut di Rapat Majelis Tinggi Demokrat

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan pertemuan tersebut membahas berbagai skenario dalam Pilpres 2019

Demokrat Rapat Pilpres! Nama Prabowo dan Jokowi Disebut di Rapat Majelis Tinggi Demokrat
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Majelis Tinggi Partai Demokrat menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus DPP Partai Demokrat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan pertemuan tersebut membahas berbagai skenario dalam Pilpres 2019.

"Kita bisa melihat, ada peluang-peluang mana, jalan yang harus kita ambil. Kan kita harus tahu koalisi-koalisi mereka terbentuk di sana biar pun belum dideklarasikan," kata Max usai menghadiri pertemuan.

Baca: Ada Guardiola di Timnas Inggris di Piala Dunia, Begini Pengakuan Paul Scholes

Baca: Faktor Italia, Sejarah Mencatat Inggris Bakal Juara Piala Dunia 2018. Kenapa?

Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di Ruang Teratai, Istana Presiden, Bogor, Selasa (12/6/2018, mengenai terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di Ruang Teratai, Istana Presiden, Bogor, Selasa (12/6/2018, mengenai terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB (Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Baca: Bjorn Kuipers, Wasit Piala Dunia yang Jadi Sponsor Pebalap F1! Segini Pendapatannya!

Baca: Cukup Bermodalkan Ponsel, Inilah 5 Pekerjaan Beruang yang Anda Bisa Lakukan!

Dalam pertemuan tersebut, Max membeberkan sejumlah pembicaraan.

Salah satunya terkait munculnya dua opsi yang menjadi pembahasan.

"Kita sebutkan ada Pak Prabowo, ada Pak Jokowi," terang Max.

Selain itu, Max mengaku dalam pertemuan tersebut tidak membahas nama Anies Baswedan sebagai satu opsi kandidat.

Max menjelaskan mengapa nama Anies tak dibahas di Majelis tinggi, dikarenakan saat ini capres atau cawapres masih belum memiliki kejelasan siapa berpasangan dengan siapa.

Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan nomor urut 2 Joko Widodo bersalaman usai debat capres 2014 putaran ketiga, di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional.
Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan nomor urut 2 Joko Widodo bersalaman usai debat capres 2014 putaran ketiga, di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

"Ini multidimensi yang terjadi sekarang ini. Multidimensi artinya banyak pemikiran yang lahir, mengenai masalah calon presiden, wakil. Siapa yang bisa meramalkan bahwa dengan siapa akan berpasangan," jelas Max.

Diketahui sebelumnya, Demokrat kerap menyuarakan opsi poros ketiga di luar Jokowi dan Prabowo yakni Koalisi Kerakyatan.

Demokrat juga pernah mengusulkan skema JK-AHY meski kemudian ditolak JK.

Kini Demokrat tengah menjajaki peluang koalisi dengam Partai Gerinda dengan menduetkan Prabowo-AHY di Pilpres 2019. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help