Industri Otomotif Indonesia Mulai Ambil Ancang-ancang Antisipasi Perang Dagang

Bila industri padat karya terkena dampak gagal ekspor maka akan ada pengaruh secara tidak langsung ke otomotif.

Industri Otomotif Indonesia Mulai Ambil Ancang-ancang Antisipasi Perang Dagang
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Sales promotion girl berpose di samping Suzuki Ignis saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Industri otomotif mewaspadai dampak perang dagang yang sedang digencarkan Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) memandang dampak nilai tukar rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) bisa memicu kenaikan harga jual.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan, pada semester II-2018 nanti pihaknya masih mencermati beberapa kondisi.

Salah satu perhatiannya yakni dampak perang dagang.

Mengingat bila industri padat karya terkena dampak gagal ekspor maka akan ada pengaruh secara tidak langsung ke otomotif.

"Bila industri padat karya lain ada yang berhenti produksi maka tentu akan berdampak ke sektor otomotif. Mengingat bila karyawan ada yang berhenti bekerja maka bisa berkurang daya belinya," kata Sigit dilansir KONTAN, Minggu (8/7/2018).

Baca: Kisah Cerdik Seorang Perwira TNI, Paksa Amerika Serikat Tukar Kapal Perang Dengan Rongsokan Satelit

Baca: Perang Dagang ala Donald Trump Mulai Melemahkan Ekonomi Cina

Baca: Donald Trump Ancam Perang Dagang dengan Indonesia. Begini Reaksi Apindo dan Menteri Perdagangan

Selain itu, faktor melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat mempengaruhi harga jual dan suku cadang kendaraan.

Pasalnya, bahan baku komponen otomotif masih impor dan menggunakan mata uang asing.

"Bila kondisi nilai tukar melemah maka akan menggerus marjin. Maka industri mau tidak mau akan ada meningkatkan harga jual pada kuartal III-2018 ini," kata dia.

Sayangnya, ia belum bisa menghitung detail potensi peningkatan harga jual.

Meski begitu, tahun ini AISI masih yakin penjualan nasional tahun ini dapat mencapai 5,9 juta sampai 6,1 juta unit.

Target itu diyakini tercapai karena membaiknya harga komoditas serta harga batubara.

"Pembangunan infrastruktur yang baik akan membawa dampak ekonomi yang baik," ujarnya. (kompas.com/Eldo Christoffel Rafael/ Barratut Taqiyyah Rafie)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Industri Otomotif Indonesia Waspadai Dampak Perang Dagang"

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help