BUP Karimun

Badan Usaha Pelabuhan Karimun RUPS. Tahun 2017 Bukukan Pendapatan Rp 1,5 M Diluar Pas Pelabuhan

Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di rumah dinas Bupati Karimun, Selasa (10/7/2018)

Badan Usaha Pelabuhan Karimun RUPS. Tahun 2017 Bukukan Pendapatan Rp 1,5 M Diluar Pas Pelabuhan
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyaksikan penandatanganan MoU BUP Karimun dengan PT Snepac Group tentang pengelolaan Karimun Lay Up Anchorage Area (KLAA), Kamis (15/12/2016). TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di rumah dinas Bupati Karimun, Selasa (10/7/2018).

Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada wartawan mengatakan sektor parkir, pas pelabuhan dan bea sandar kapal menjadi pendapatan terbesar BUP selaku BUMD Karimun.

"Pendapatan terbesar adalah parkir, pas pelabuhan di Sri Tanjunggelam atau KPK, uang sandar kapal, serta aset-aset lain yang menimbulkan pendapatan BUP," kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai RUPS.

Baca: Penerbangan Jakarta ke Batam Diprediksi Masih Full Hingga Akhir Pekan Nanti. Ini Alasannya!

Baca: 13 Korban Terjebak dalam Gua Thailand Berhasil Diselamatkan, Begini Kondisi Terakhir Mereka

Baca: Warga Batam Dihebohkan Dentuman dan Getaran Misterius, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya

Pada tahun 2017 lalu, BUP Karimun mendapatkan laba dari sektor-sektor usaha yang dikelolanya sekitar Rp 1,531 miliar.

Jumlah itu diketahui masih di luar pengelolaan pas pelabuhan domestik dan internasional yang ditargetkan sekitar Rp 3 miliar.

Dari Rp 1,531 miliar terebut, sebanyak Rp 1 miliarnya diminta Pemkab Karimun  untuk disetorkan ke kas daerah.

Sementara sisanya yang sekitar Rp 531 juta dijadikan modal investasi BUP untuk tahun anggaran 2018 ini.

Rafiq menjelaskan, modal investasi akan digunakan sebagai perubahan pelayanan yang semakin optimal.

Dana tersebut dipakai untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang dikelola oleh BUP, di antaranya perbaikan ponton, tangga pelabuhan dan perbaikan atap pelabuhan Moro yang rusak akibat angin puting beliung.

"Menyangkut penggunaan aset, kami sedang bentuk tim. Kerjasama pemanfaatan aset daerah dengan BUP harus segera dituntaskan. Namun sebelum tuntas, kami akan buat surat dari bupati agar BUP bisa melakukan perbaikan dengan anggaran yang ada di BUP," kata Rafiq.

Saat ditanyai perihal rencana pemindahan pelabuhan bongkar muat dari Taman Bunga ke Parit Rempak, Rafiq menyebutkan masih tersangkut di Kementerian Perhubungan.

Selain itu masih ada perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan untuk memenuhi standarisasi.

"Ini yang sedang kami kejar dan bukan gampang tapi kami inginkan segera bisa dipindahkan," ujarnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help