Ditemukan Satu Set Alat Hisap Sabu di Kediaman Penagih Utang yang Tewas di Batuampar

Polisi menemukan seperangkat alat hisap bong dan juga plastik bening yang diduga bekas bungkusan sabu.

Ditemukan Satu Set Alat Hisap Sabu di Kediaman Penagih Utang yang Tewas di Batuampar
tribun batam
Proses evakuasi jenazah Yohanes Maria Viane Arivin saat ditemukan tewas di rumahnya, Selasa (10/7/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Yohanes Maria Viane Arivin (41)  yang tewas di rumahnya, polisi menemukan seperangkat alat hisap bong dan juga plastik bening yang diduga bekas bungkusan sabu.

Kapolsek Batu Ampar AKP Ricky Firmansyah membenarkan adanya temuan beberapa barang tersebut.

Namun sejauh ini, anggotanya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Menurut Ricky dari keterangan sementara sejumlah saksi, korban selama ini memang mengalami sakit.

"Dari teman-temanya yang kita mintai keterangan, diketahui bahwa korban sudah empat buan terakhir sakit keras. Makanya kita masih melakukan penyelidikan dulu. Terakiat bong itu memang ada," sebut Ricky di lokasi kejadian, Selasa (10/7/2018).

Baca: BREAKINGNEWS: 2 Hari tak Masuk Kerja, Penagih Utang Ditemukan Membusuk di Rumahnya di Batuampar

Baca: Penagih Utang yang Ditemukan Membusuk di Rumahnya di Batuampar Dikenal Tetangga Pribadi Tertutup

Seperangkat alat hisap sabu yang ditemukan di kediaman Yohanes Maria Viane Arivin (41) yang tewas di rumahnya, Selasa (10/7/2018).
Seperangkat alat hisap sabu yang ditemukan di kediaman Yohanes Maria Viane Arivin (41) yang tewas di rumahnya, Selasa (10/7/2018). (tribun batam)

Saat ditemukan, jenazah korban dalam keadaan tertelantang.

Kemudian, di telinganya juga ada handsfree yang menyambung ke handphone korban.

Selain itu, TV yang berada di kamar juga masih menyala.

Belum diketahui pasti penyebab kematian korban.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, saat petugas hendak mengangkat jenazah diperlukan banyak orang karena badan korban yang besar dan berotot.

"Jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara. Nanti kita akan lakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban," tegasnya. (*)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved