Harga Eceran Elpiji 3 Kilo di Tanjungpinang Berbeda-beda, Begini Reaksi Penjabat Walikota

Elpiji dijual mulai Rp 18 ribu, bahkan ada sampai Rp 22 ribu per tabung. Kondisi ini sudah menjadi rahasia umum di Tanjungpinang

Harga Eceran Elpiji 3 Kilo di Tanjungpinang Berbeda-beda, Begini Reaksi Penjabat Walikota
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
Pejabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Penjualan gas elpiji tiga kilogram di pasaran sudah tidak mengikuti Harga Eceran Teetinggi (HET).

Elpiji dijual mulai Rp 18 ribu, bahkan ada sampai Rp 22 ribu per tabung. Kondisi ini sudah menjadi rahasia umum di Tanjungpinang.

Penjabat Walikota Tanjungpinang Raja Ariza menjelaskan memang ada rencana penyesuaian HET gas melon tersebut. Namun sampai saat ini, dirinya belum menyetujuinya.

Baca: Pelaku Curanmor Tertangkap di Simpang Dam saat Hendak Beli Paketan Sabu

Baca: Bahagia Lihat Suami Nikah Lagi, Ungkapan Doa Akun Ini Viral. Begini Isinya!

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

Baca: Mengenal Tim Nanggala! Intelijen Tempur Kopassus Yang Sering Gunakan ‘Nama Wanita’ Sebagai Kode

"Sebenarnya harga pasar Rp 18.000-Rp 22.000. Nanti kalau memang wajar naiknya segitu, harus kita setujui bersama. Tapi saat ini HET masih Rp 15.000," katanya, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya HET gas elpiji tiga kilogram ini memang harus didiakusikan bersama pihak terkait. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Karena menurutnya tidak bisa dinafikan perkembangan dan penyesuaian harga kebutuhan selalu terjadi.

"Cuma sekarang HET Rp15.000 dijual Rp18.000. Kita tidak ingin nanti HET kita tetapkan Rp18.000 dijualnya jadi 20 ribu," katanya.

Suasana pengantaran elpiji di pelabuhan di Bintan
Ilustrasi suasana pengantaran elpiji di pelabuhan di Bintan (tribunbatam/aminnudin)

Soal selisih harga jual di pasaran dan HET memang harus diselesaikan. "Akan kita dudukkan dalam waktu dekat. Harus kita bahas dan kaji kembali," katanya.

Dia juga berharap, dinas terkait memperketat pengawasan. Sehingga pedagang tidak sesukanya menetapkan harga jual gas elpiji tersebut.

Pantauan di lapangan, memang harga jual gas melon di atas harga HET. Warga justru tidak mengetahui berapa HET gas tersebut.

Sehingga berapapun dijual selagi masih umum mereka beli. Karena memang sudah menjadi kebutuhan pokok. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help