Ketua PGRI Ini Curhat ke Kalla, Tahun Politik Guru Dijadikan Komoditas Politik

Pada saat akhir politik, guru juga selalu dijadikan komoditi politik. Diancam mutasi kemana-mana kalau tidak memilih calon tertentu

Ketua PGRI Ini Curhat ke Kalla, Tahun Politik Guru Dijadikan Komoditas Politik
Setwapres.id
Jusuf Kalla 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) Sulawesi Selatan Wasir Thalib menyuarakan keadaan guru pada masa-masa pertarungan politik.

Wasir langsung menceritakan keluhannya itu dihadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat acara Dialog Publik Pendidikan Nasional, di gedung PGRI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Ia yang mengenakan baju khas PGRI mengatakan para pengajar seperti dijadikan komoditi politik, di mana ada ketakutan diancam dimutasi jika tidak ikut memilih calon tertentu.

Baca: Jelang Pencapresan! Cawapres Ideal Jokowi versi LSI Denny JA, Mengerucut pada Empat Tokoh Ini

Baca: Mengenal Rumah Jawa! Bentuk Bangunan dan Simbol Status Sosial di Baliknya

Baca: 13 Korban Terjebak dalam Gua Thailand Berhasil Diselamatkan, Begini Kondisi Terakhir Mereka

Baca: Inilah 8 Fakta Penemuan Mayat di Batuampar! Korban Sudah 4 Bulan Terakhir Mengeluh Sakit

"Pada saat akhir politik, guru juga selalu dijadikan komoditi politik. Diancam mutasi kemana-mana kalau tidak memilih calon tertentu," ujar Wasir.

JK pun menjawab. Ia tak menampik keluhan yang sama telah terdengar sebelumnya. Ia menyarankan sebaiknya guru tak perlu permainan-main menjadi tim sukses.

Sebab, telah jelas tercantum dalam aturan, ujar JK, guru harus netral.

Jusuf Kalla
Jusuf Kalla (Setwapres.id)

"Jangan jadi tim sukses begitu kan, dan kita harus sepakat untuk hal itu, kita netral jangan jadi tim sukses. sehingga tidak ada lagi yang dapat begitu," ujar Kalla dikesempatan yang sama.

Ia mengatakan tentu pilihan politik menjadi urusan pribadi namun tak perlu sampai masuk menjadi tim sukses kepala daerah tertentu.

"Kita harapkan dari guru sebagaimana aturan pns dan lainnya tidak boleh berpihak dalam hal pemilu itu," terang JK. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved