Ekonomi Berbasis Syariah

Pesantren di Kepri Bisa Jadi Pioner Ekonomi Berbasis Syariah? Ini Kata Kepala Bank Indonesia Kepri

Ekonomi berbasis Syariah selayaknya harus hidup dan gencar dijalankan di daerang dengan penduduk mayoritas muslim seperti Kepri

Pesantren di Kepri Bisa Jadi Pioner Ekonomi Berbasis Syariah? Ini Kata Kepala Bank Indonesia Kepri
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Eka Rizal. TRIBUNBATAM/AMINUDDIN 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Ekonomi berbasis Syariah selayaknya harus hidup dan gencar dijalankan di daerah dengan penduduk mayoritas Muslim, salah satunya di Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu dikatakan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Eka Rizal saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Kepri di kampus STAIN Sultan Abdurrahman, Toapaya, Kabupaten Bintan, Selasa (10/7/2018).

Baca: Lama tak Muncul, Mantan Ketua KPK Abraham Samad Berniat Maju di Pilpres 2019

Baca: Kasus Bayi Dalam Kulkas Terungkap, Ini yang Dilakukan Pengasuh Sehingga Adam Meninggal

Baca: Kisah Kapolri Hoegeng Dicopot Presiden Soeharto Karena Usut Kasus Pemerkosaan Gadis Penjual Telur

Dikatakan Gusti Eka Rizal, Kepri merupakan daerah dengan penduduk Muslim yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, secara global, pengembangan ekonomi syariah sekarang ini malah berkembang di negara-negara non muslim.

Cina salah satunya yang memiliki pangsa pasar besar produk ekonomi syariah dalam bentuk busana muslim.

"Cina menjadi negara pengekspor terbesar pakaian muslim, pangsa pasar produk tersebur sangat besar di sana, coba kita pikir, kenapa tidak kita yang memegang pangsa pasar itu?" kata Gusti Eka Raizal.

Selain Cina, pengembangan ekonomi syariah terbesar juga terjadi di Australia.

Negara Kanguru tersebut setiap tahun mampu mengekspor daging sapi halal ke beberapa negara muslim.

"Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim terbesar justru menjadi importir terbesar daging sapi halal Australia. Daging sapi semua datangnya dari Australia," kata Gusti.

Selain dua negara tersebut, Korea juga mengklaim sebagai pusat destinasi wisata halal di dunia.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help