Pilpres 2019

Survei LSI: Tiga Kombinasi Nama Ini Bakal Jadi Lawan Kuat Jokowi di Pilpres 2019

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebut ada tiga nama pasangan yang muncul sebagai lawan tangguh Jokowi

Survei LSI: Tiga Kombinasi Nama Ini Bakal Jadi Lawan Kuat Jokowi di Pilpres 2019
Tribunnews/JEPRIMA
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby (kanan) saat memaparkan hasil survei bertema Siapa Pasangan Capres dan Cawapres Ideal Pasca Pilkada di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan tiga jenis simulasi untuk melihat nama-nama yang dianggap berpotensi menjadi batu sandungan Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebut ada tiga nama pasangan yang muncul sebagai lawan tangguh Jokowi.

Nama pertama yakni duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Baca: TNI AU Nyaris Tembak Jatuh Jet Tempur AS Penyusup Setelah Kepergok Nyelonong ke Bawean!

Baca: Ketua PGRI Ini Curhat ke Kalla, Tahun Politik Guru Dijadikan Komoditas Politik

Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY saat menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Mantan Menko Perekonomian, Chairul Tanjung di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2018) lalu.
Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY saat menghadiri acara buka puasa bersama di rumah Mantan Menko Perekonomian, Chairul Tanjung di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2018) lalu. (Istimewa)

Baca: Mengenal Rumah Jawa! Bentuk Bangunan dan Simbol Status Sosial di Baliknya

Baca: Inilah 8 Fakta Penemuan Mayat di Batuampar! Korban Sudah 4 Bulan Terakhir Mengeluh Sakit

Dalam simulasi pertama, Prabowo didapuk sebagai capres.

Ia kemudian disandingkan dengan sejumlah nama, di antaranya Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Pertama, jika Prabowo sebagai capres. Pasangan Prabowo-Gatot memperoleh dukungan tertinggi, di angka 35 persen. Disusul Prabowo-Anies 19,6 persen, Prabowo-AHY sebesar 12,3 persen," ujar Adjie, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby (kanan) saat memaparkan hasil survei bertema Siapa Pasangan Capres dan Cawapres Ideal Pasca Pilkada di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018)
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby (kanan) saat memaparkan hasil survei bertema Siapa Pasangan Capres dan Cawapres Ideal Pasca Pilkada di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018) (Tribunnews/JEPRIMA)

"Dari simulasi ini, Prabowo berpasangan dengan Gatot adalah pasangan yang paling kuat untuk melawan Jokowi," imbuhnya.

Simulasi kedua, Gatot sebagai capres disandingkan dengan Anies, AHY, Ahmad Heryawan dan tokoh lainnya.

"Jika Gatot sebagai capres, yang paling ideal, paling tinggi Gatot-Anies di angka 31,8 persen, Gatot-AHY 21,5 persen, Gatot-Aher 13,3 persen. Gatot berpasangan dengan Anies adalah pasangan paling kuat untuk melawan Jokowi," ungkapnya.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Terakhir, Adjie mengatakan duet Anies-AHY menjadi batu sandungan lain bagi Jokowi.

Hal itu terbukti dari simulasi ketiga, dimana Anies disandingkan dengan nama AHY, Ahmad Heryawan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan sejumlah tokoh lain.

"Jika Anies sebagai capres, dari survei kita pasangan paling ideal adalah Anies-AHY. AHY adalah pasangan yang mampu mendongkrak Pak Anies di angka 33,4 persen. Disusul Anies-Aher 27,4 persen dan Anies-Cak imin 23,4 persen," kata Adjie.

"Jadi Inilah lawan-lawan kuat Jokowi. Prabowo-Gatot, Gatot-Anies dan Anies-AHY," katanya. (*)

Tags
LSI
Jokowi
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help