Warga Batam Dihebohkan Dentuman dan Getaran Misterius, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya

Warga Batam dihebohkan dengan adanya getaran cukup keras yang disertai dentuman pada Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 14.46 WIB.

Warga Batam Dihebohkan Dentuman dan Getaran Misterius, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya
antara/budi candra setya
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Batam dihebohkan dengan adanya getaran cukup keras yang disertai dentuman pada Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 14.46 WIB.

Sumber getaran dan dentuman yang masih misterius tersebut membuat warga cemas dengan apa yang sedang terjadi.

Tidak hanya sekali, getaran misterius juga pernah terjadi pada 29 Januari 2018 lalu.

Baca: DENTUMAN dan Getaran Misterius Bikin Pihak Maskapai di Batam Bertanya-tanya, Ini Tanggapan BMKG

Baca: WARGA Batam Kembali Dikagetkan Suara Dentuman Keras dan Getaran. Apakah Penyebabnya?

Baca: Suara Dentuman Keras Pagi Tadi Bikin Warga Batam Galau. Bagian dari Gempa Tektonikkah?

Pada 29 Januari 2018 lalu, dentuman yang disertai getaran terjadi pada siang hari sekitar pukul 11.30 WIB.

Namun pihak terkait juga tidak bisa menyebutkan sumber atau asal dentuman yang disertai getaran tersebut.

Pada selasa ini (10/7/2018) dentuman dan getaran misterius kembali terjadi, kali ini terjadi pada pukul 14.46 WIB.

Bahkan informasi yang diterima tribunbatam.id, getaran dan dentuman sampai ke pulau yang berdekatan dengan Batam, seperti Belakang Padang dan Bintan.

BMKG ketika dikonfirmasi, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa sensor seismograf yang berada di Tanjung Pandan mencatat getaran tersebut.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa sensor seismograf yang berada di Tanjung Pandan mencatat getaran pada Selasa (10/7/2018).
Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa sensor seismograf yang berada di Tanjung Pandan mencatat getaran pada Selasa (10/7/2018). (BMKG)

Tetapi sinyal seismiknya terdapat banyak noise sehingga agak sulit memastikan sumber getaran. BMKG juga tidak bisa memastikan sumber getaran apakah bersumber dari gempa, ledakan, atau sumber lain.

"Kita juga tidak dapat menentukan lokasi titik sumbernya karena hanya 1 sensor seismik yang mencatat," kata Daryono Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG. (dns)

Penulis: Danang Setiawan
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved