PKS Ancam Pecah Kongsi dengan Gerindra Jika tak Dapat Kursi Cawapres

PKS mengajukan sembilan kadernya sebagai Cawapres bagi Prabowo. Sembilan kader PKS itu adalah...

PKS Ancam Pecah Kongsi dengan Gerindra Jika tak Dapat Kursi Cawapres
KOMPAS/HERU SRI KUMORO)
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Anis Matta. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Jika Partai Keadialan Sosial (PKS) mengancam akan memilih pecah kongsi dengan Gerindra jika tidak mendapatkan posisi calon wakil presiden (Cawapres).

Hal itu diungkapkan anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring.

Dia menyatakan, partainya lebih memilih pecah kongsi dengan Partai Gerindra jika kadernya tak ada yang dipilih menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Ia menambahkan, saat ini memang banyak partai yang menghendaki kadernya menjadi Cawapres pendamping Ketua Umum Gerindra itu.

Di antaranya ialah PAN yang menyodorkan ketua umumnya Zulkifli Hasan dan Demokrat yang mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Itu enggak bisa ditawar. Cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira aja dalam pilpres ini. Kalau kami disuruh dukung-dukung aja, mungkin enggak? Mungkin kami lebih baik jalan masing-masing aja," kata Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Baca: Sodorkan Cawapres ke Prabowo, Harga Mati Buat PKS? Ini Jawaban Presiden PKS!

Baca: Pakai Topi Bintang Tiga, Prabowo Subianto Gowes Bareng Presiden PKS

Karena itu, PKS membuka opsi berkoalisi dengan partai lainnya seperti Demokrat untuk meloloskan opsi cawapres dari partainya.

Apalagi, kata Tifatul, Pemilu 2019 berlangsung serentak antara Pilpres dan Pileg sehingga dibutuhkan kader partai sebagai capres atau cawapres untuk meningkatkan keterpilihan partai di legislatif.

Meski Gerindra memunculkan opsi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai cawapres pendamping Prabowo, Tifatul optimistis kader dari PKS tetap yang dipilih.

Ia menyatakan, sejauh ini PKS masih tetap optimistis bisa berkoalisi dengan Gerindra meski belum mencapai titik temu hingga kini.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help