Akali Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Mencuat Dugaan Banyak Main Curang Lewat Pindah KK

Sejumlah warga disebut pindah ke Kartu Keluarga ke kerabatnya demi masuk dalam jalur zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online

Akali Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Mencuat Dugaan Banyak Main Curang Lewat Pindah KK
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Sejumlah warga disebut pindah ke Kartu Keluarga (KK) kerabatnya demi masuk dalam jalur zonasi tingkat kelurahan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

Hal itu diungkapkan, warga Kecamatan Mustikajaya, Rina, (50) saat ditemui wartakota di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Kamis (12/7/2018).

Rina mengatakan, kecurigaan itu dilihat dari ada temannya yang rumahnya beda Kelurahan dari sekolahnya tetapi temannya bisa masuk dikarenakan mendapat skor zonasi tinggi.

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Baca: Terungkap! Hasil Pertemuan SBY dan Airlangga, Golkar-Demokrat Jajaki Koalisi. Begini Skenarionya

Baca: Mengenal Mung Pahardimulyo, Komandan Kopassus di Masa RPKAD. Telan Enam Telur Sanca Sekaligus

Baca: Bayar Rp99 Ribu, Anda Bisa Nikmati Barbaque ala Mongolia Sepuasnya di I-Hotel Batam

"Saya dapat informasi dari orang tua siswa yang anaknya satu kelas dengan anak saya. Anaknya dipindahkan ke KK lain sejak enam bulan sebelum dibukanya PPDB online agar bisa masuk sekolah yang dinginkan," ujarnya.

Anak Rina, yang sudah dua kali ikut seleksi PPDB online lewat jalur zonasi gagal karena nilainya kalah bersaing dengan warga lain yang disebut berasal dari kelurahan itu tapi 'menumpang' ke KK warga setempat.

"Ada sengaja yang numpang KK biar bisa masuk sekolah SMP 26 yang satu kelurahan sama saya. Secara nilai serta penambahan skor seharusnya anak saya yang lolos, karena saya dapat skor zonasi kelurahan temen saya itu kecamatan," ucapnya.

Bahkan lanjut Rina, ada temannya yang lain lolos masuk zonasi padahal rumahnya tidak masuk dalam satu kelurahan maupun satu kecamatan sekolah tersebut.

"Aneh saya gitu. Apakah boleh aturannya seperti itu, nyiasatin agar bisa masuk SMP yang diinginkan pindah KK dulu sesuai lokasi sekolah,"katanya.

"Anak saya tidak diterima nggak masalah saya, yang penting saya menyampaikan kejanggalan ini. Ini ada yang tidak jujur.

Masa saya dan tetangga saya yang rumahnya dekat dengan sekolah kok enggak pada masuk sekolah itu, malah dari yang luar wilayah sekolah itu, jauh bangat lagi," ujarnya lagi.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved