Edi Ajak Warga Rokan Hilir Hadiri Halalbihalal yang akan Digelar di Travelodge Hotel

IKAHAB bersama masyarakat Tionghoa asal Kabupaten Rokan Hilir mengadakan serangkaian acara halalbihalal

Edi Ajak Warga Rokan Hilir Hadiri Halalbihalal yang akan Digelar di Travelodge Hotel
Tribun/ist
Masyarakat antusias menikmati perayaan kegiatan masyarakat Tionghoa. Kegiatan yang sama akan diadakan warga asal Kabupaten Rokan Hilir (Ikahab) dengan mengadakan sembahyang Dewa laut / Ki OngYa dengan upacara ritual bakar Tongkang pada tanggal 27, 28 Juli. Tribun/ist 

TRIBUNBATAM.id -  Ikatan Keluarga Kabupaten Rokan Hilir Kota Batam (IKAHAB) bersama masyarakat Tionghoa asal Kabupaten Rokan Hilir mengadakan serangkaian acara halalbihalal yang akan diadakan pada,  Jumat 13 Juli 2018 bertempat di Hotel Novotel/ Travelodge, Jodoh pukul 19.30 WIB.

Acara halalbihalal ini dihadiri Bupati Kabupaten Rokan Hilir H Suyatno Amp beserta rombongan. Kedatangan Bupati disambut oleh warga Asal Rokan Hilir Batam.

Kegiatan halalbihalal sebagai penutup kegiatan bulan Ramadan, Syawal, dan liburan sekolah dan Perayaan Imlek masyarakat Tionghoa asal Kabupaten Rokan Hilir (Ikahab) juga akan mengadakan sembahyang Dewa laut / Ki OngYa dengan upacara ritual bakar Tongkang pada tanggal 27, 28 Juli dan puncaknya dengan membakar Tongkang pada tanggal 29 Juli Minggu pukul 16.00 di Kelenteng U Pho Saka Dharma Pantai Permata (Samping Café Toronto).

Seperti biasanya membakar Tongkang 1 bulan setelah acara besar Ritual BakarTongkang di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir.

Sekretaris Ikatan Keluarga Rokan Hilir (Ikrohil Batam), Edi Suryawan mengatakan upacara Ritual Bakar Tongkang yang di gelar setiap tanggal 16 bulan 5 Kalender Cina, dan event ini sudah mendunia dan mendapat penghargaan juara 1 Anugrah Pesona Indonesia, Kategori Festival Budaya.

Ritual ini dikunjungi ribuan wisatawan baik dalam maupun luar negeri seperti dari Tiongkok yang datang ke Kota Bagansiapi-api.

Ritual bakar tongkang ini merupakan kisah pelayaran masyarakat Tionghoa yang melarikan diri dari ancaman sipenguasa Siam.

Bermula dari tuntutan kwalitas hidup yang lebih baik, maka sekelompok orang Tionghoa dari Provinsi Fujian-China, merantau menyeberangi lautan dengan menggunakan kapal kayu sederhana.

Di dalam kapal yang dipimpinAng Mie Kiu terdapat Patung Dewa Ki OngYa dan lima dewa-dewa.

Patung Dewa ini mereka bawa dari tanah Tiongkok dan menurut keyakinan mereka Patung Dewa memberikan keselamatan dalam pelayaran.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help