Kalau Menyusu Dibantu Selang, Kondisi Bayi Berwajah Dua di Batam Perlu Bantuan

Gilang Andika Bayi yang lahir dengan wajah dua ini terlihat kurus. Bahkan untuk menyusu ia harus dibantu dengan menggunakan selang

Kalau Menyusu Dibantu Selang, Kondisi Bayi Berwajah Dua di Batam Perlu Bantuan
tribun batam
Gilang Andika yang dilahirkan dengan kondisi berkepala dua di RS Camatha Sahidya atau yang dulu bernama Casamedica Panbil, Batam, Sabtu (7/5/2018) lalu bercanda dengan dua kakaknya 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Gilang Andika Bayi yang lahir dengan muka dua ini terlihat kurus. Bahkan untuk menyusu ia harus dibantu dengan menggunakan alat yang disambung dengan selang.

Gilang terlihat susah untuk menelan air susu yang dimasukan dengan menggunakan. Jika terlalu banyak terkadang Gilang sering memuntahkan kembali air susu tersebut.

Kondisi Gilang terlihat sangat lemas, namun dua kakaknya terlihat sangat sayang dengan kelurga barunya tersebut.

Mereka terlihat sering mencium dan berbicara dengan gilang yang terbaring lesu di atas kasur.

Baca: Mengenal Mung Pahardimulyo, Komandan Kopassus di Masa RPKAD. Telan Enam Telur Sanca Sekaligus

Baca: Terungkap! Inilah Kerugian Mematikan Centang Biru dan Status Last Seen di WhatsApp Anda

Baca: Inilah Saegheh, Drone Iran di Suriah Pembikin Israel Kalang Kabut. Ternyata Pakai Teknologi Siluman

Baca: TNI AU Nyaris Tembak Jatuh Jet Tempur AS Penyusup Setelah Kepergok Nyelonong ke Bawean!

Ernila Sari (30) ibunda Gilang mengatakan, saat lahir di RS Casa medikal Gilang sempat dirawat beberapa hari secara umum. Kemudian setelah BPJS selesai barulah anak tersehut dirawat ke RS Awal Bros Batam.

"Waktu lahir kan belum bisa diberikan BPJS langsung. Kemudian setelah lahir barulah diurus BPJS nya dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit," sebutnya

Tidak ada firasat aneh yang dirasakan oleh Sari sang ibu bayi. Menurutnya saat hamil anak ke tiga sama saja dengan dua anak sebelumnya.

Sementara itu, Mustofa sang ayah bayi mengaku syok saat melihat anaknya lahir. Ia haya bisa terdiam ketika dokter memberikan bayi tersebut kepadanya.

Bahkan karena mengurus masalah anak ini, Muatofa diberhentikan dari pekerjaan.

"Saya kerja sebagai sekuriti. Saat anak saya lahir dengan kondisi seperti ini saya harus bolak balik mengurus semuanya dan akhirnya tidak masuk kerja. Saat saya masuk lagu langsung orang kantor mengatakan kalau kontrak saya sudah habis," sebutnya.

Perih memang dirasakan Mustofa saat ini, ketika ia mendapat cobaan, ia harus diberhentikan dari pekerjaan. Untuk kebutuhan sehari-hari ia menggunakan sisa uang dari hasil gaji terakhir.

"Rencana saya kedepannya, saya akan terus kontrol anak saya ini sama dokter spesialis. Kalaupun gak bisa disini, nanti apakah harus di bawa ke Jakarta atau gimana bagusnya," sebutnya.

Saat ini, keluarga kecil tersebut tinggal di Rusun Pemda 1 Mukakuning Blok G lantai 3. Mustafa saat ini sangat berharap uluran tangan dan doa dari orang-orang agar anaknya bisa dioperasi nantinya. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved