Kata Bappenas, Wisata Danau Toba Sulit Maju karena Pemdanya Ogah-ogahan

Berbeda dengan pariwisata di Banyuwangi dan Manado yang pertumbuhan pariwisatanya lebih kuat dari Danau Toba.

Kata Bappenas, Wisata Danau Toba Sulit Maju karena Pemdanya Ogah-ogahan
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang, diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.(ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai, untuk memajukan destinasi wisata daerah, yang terpenting adalah inisiatif dan kemauan pemerintah daerahnya untuk maju.

Ia menjumpai masih ada beberapa daerah yang memiliki potensi besar untuk pariwisata, namun pemerintah daerahnya tak antusias.

Salah satunya daerah wisata Danau Toba.

Bambang menilai Danau Toba termasuk daerah yang beruntung karena mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, khususnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, untuk dikembangkan.

"Tapi pada saat yang sama, saya bisa melihat antusiasme dan respon dari pemda tidak sesuai dengan semangat dari pemerintah pusat. Hasilnya, walau Kemenhub sudah menaruh banyak effort buat bangun bandara internasional Silangit, dan juga PUPR mencoba meningkatkan infrastruktur, pada akhirnya pertumbuhan progress Toba sangat lamban meski angka turis mulai meningkat," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Berbeda dengan pariwisata di Banyuwangi dan Manado yang pertumbuhan pariwisatanya lebih kuat dari Danau Toba.

Padahal, dari segi nama, Danau Toba lebih populer.

Namun, kata Bambang, kedua daerah itu bisa berkembang pesat karena kemauan pemerintah daerahnya menggali kearifann lokal dan potensi pariwisata di daerahnya.

"Yang paling penting bukan apa yang dilakukan Kementerian PUPR maupun Kemenhub, tapi yang paling penting adalah inisiatif pemerintah lokal," kata Bambang.

Padahal, kata Bambang, kepala daerah dipilih oleh rakyat dengan menggantungkan harapan bahwa perekonomian dan kesejahteraan daerahnya lebih baik.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help