Pamen Polda Babel Dicopot

Heboh Polisi Tendang Ibu-ibu Diduga Pencuri, Kapolri Copot Langsung Pamen Polda Babel

Di foto yang beredar, seorang pria menggunakan baju oranye menendang dan memukuli seorang ibu dan seorang anak laki-laki di Bangka Belitung

Heboh Polisi Tendang Ibu-ibu Diduga Pencuri, Kapolri Copot Langsung Pamen Polda Babel
Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUNBATAM.COM, JAKARTA-Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot jabatan perwira menengah di Polda Bangka Belitung menyusul heboh rekaman video aksi penendangan terhadap ibu-ibu diduga pencuri.

Kapolri disebut marah besar dengan aksi yang terekam dalam video yang beredar itu. Seperti diberitakan, seorang perwira menengah di Polda Bangka Belitung berinisial Y

terekam tengah menendang seorang ibu-ibu yang diduga melakukan pencurian di toko miliknya, di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (11/7/2018) pukul 19.00 WIB.

Baca: Kenangan Mbak Tutut soal Tukang Cukur Langganan Pak Harto, Ini Sosoknya!

Baca: Bayaran Sekali Postingan Instagram Kim Kardashian Ungguli Gaji Presiden Setahun. Segini Gedenya!

Baca: TNI AU Nyaris Tembak Jatuh Jet Tempur AS Penyusup Setelah Kepergok Nyelonong ke Bawean!

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohamad Iqbal mengatakan, kejadian itu membuat Kapolri gusar.

"Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan akan copot AKBP Y hari ini juga," ujar Iqbal saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (13/7/2018).

Di foto yang beredar, seorang pria menggunakan baju oranye menendang dan memukuli seorang ibu dan seorang anak laki-laki di Bangka Belitung

Perwira berpangkat AKBP ini dicopot sesuai telegram ST/1786/VII/2018 yang ditandatangani Karo SDM Polda Babel Kombes Enjang Hasan Kurnia. Yusuf digantikan AKBP Stevanus.

heboh polisi

Iqbal menerangkan, perilaku Y tidak mencerminkan jargon polri yang profesional, moderen, dan terpercaya.

"Anggota Polri saat ini harus menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif," kata Iqbal.

Kini, AKBP Y harus menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. "Tentunya setelah dicopot, akan ada mekanisme yang bersangkutan akan lalui di Propam," ucap Iqbal. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help