Kenangan Mbak Tutut soal Tukang Cukur Langganan Pak Harto, Ini Sosoknya!

Pak Yos ini tukang cukur yang mangkal di bawah pohon di jalan H Agus Salim (dekat rumah Tutut Soeharto), dan juga berkeliling naik sepeda

Kenangan Mbak Tutut soal Tukang Cukur Langganan Pak Harto, Ini Sosoknya!
Istimewa
Pak Yos, tukang cukur keliling, saat sedang mencukur rambut Pak Harto 

Diungkapkannya, alasan Soeharto menolak anjuran untuk mengganti tukang cukur tersebut adalah karena Pak Yos sama seperti tukang cukur lainnya yang juga manusia dan warga negara Indonesia.

Menurut Tutut, Pak Yos sendiri kaget dan terharu karena masih dipanggil Soeharto walau sudah menjadi Presiden RI.

Bedanya, setelah Soeharto menjabat sebagai presiden, Pak Yos diminta memakai baju lengan panjang setiap memotong rambut sang presiden kala itu.

"Namun ajal tak dapat ditolak. Kalau tidak salah tahun 1977, Pak Yos meninggal dunia. Bapak merasa sangat kehilangan," tutur Tutut.

Seberapa pun kehilangan kita, yang namanya rambut tidak mau kompromi untuk tidak tumbuh. Begitu juga dengan rambut Soeharto.

Penguasa orde baru tersebut akhirnya bertanya dan meminta rekomendasi kepada Tutut tentang tukang cukur panggilan.

"Saya jawab, Umang saja pak, dia bisa kok motong rambut (Umang adalah tukang sisir ibu (Ibu Tien), saya (Tutut), Titiek, dan Mamiek," ucapnya.

Awalnya, Soeharto meragukan rekomendasi dari putrinya itu. Tutut kemudian meyakinkan ayahnya dengan mengatakan bahwa suaminya, Indra, juga menggunakan jasa Umang sebagai tukang cukur.

Tapi rupanya Soeharto tetap tidak yakin dengan penjelasan Tutut. Keesokan harinya, beliau memerintahkan seorang utusan untuk memanggil Indra, suami Tutut.

Indra pun datang memenuhi panggilan mertuanya. Setelah mencium tangan Soeharto, Indra menanyakan benarkah dirinya dipanggil untuk menghadap.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved