Libatkan Polda Kepri, Walikota Batam Ingatkan Sekolah Soal PPDB: Jangan Main-main!

Walikota Batam ingatkan sekolah tidak main-main selama PPDB. Dia juga tegaskan tidak ada bayar membayar dalam PPDB

Libatkan Polda Kepri, Walikota Batam Ingatkan Sekolah Soal PPDB: Jangan Main-main!
tribunbatam/alfandi simamora
Walikota Batam Rudi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Wali Kota Batam menekankan kepada masyarakat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri tidak ada serupiah pun uang dipungut.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Batam, Muhamad Rudi saat menghadiri pertemuan bersama orangtua calon peserta didik baru yang tidak tertampung di Wilayah Kecamatan Sagulung, Kamis (12/7/2018).

"Dalam PPDB tidak ada satu rupiah pun dipungut biaya, jadi bagi para orangtua jangan mau apabila ada yang menawarkan dan menjanjikan anak masuk dengan membayar," kata Rudi di hadapan warga.

Baca: Bayaran Sekali Postingan Instagram Kim Kardashian Ungguli Gaji Presiden Setahun. Segini Gedenya!

Baca: Inilah Kisah Sepatu di Balik Kemenangan Zohri, Juara Dunia Lari 100 Meter U-20 Asal NTB

Baca: Mayoritas Bermodal Kosmetik, Inilah 7 Wanita Terkaya di AS Versi Forbes. Segini Hartanya!

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Dia juga mengakui, bahwa dua hari lalu ketika berada di Polda Kepri masih ada informasi yang bermain di belakang.

"Dan saya sudah tegur panitia dan guru-guru agar tidak memanfaatkan situasi PPDB saat ini. Apalagi di momen ini, banyak calon siswa baru yang belum tertampung. Jadi jangan main-main, karena kita sudah bekerjasama dengan Polda Kepri,"tuturnya.

Lanjutnya, mengenai solusi yang akan dilakukan kepada seluruh calon peserta didik baru SD dan SMP yang belum tertampung, dirinya akan pantau semua sampai masuk sekolah SD dan SMP nanti.

Walikota Batam Rudi
Walikota Batam Rudi (tribunbatam/alfandi simamora)

"Kalau ada permasalahan di luar, jangan ribut-ribut duluan dan segera laporkan ke Pak camat setempat," ujarnya.

Dia juga memberitahu, bahwa sistem Zonasi aturan dari Kementrian memang masih belum sesuai dengan Kota Batam yang penduduknya tergolong padat penduduk dan sekolah negeri yang memang tidak sesuai dengan jumlah penduduk Batam.

Namun dirinya mengakui bahwa sistem zonasi yang diterapkan Kementrian memang sangat bagus.

"Sistem zonasi ini memang saya akui sangat bagus, tapi Batam penduduknya sangat padat dan berbeda dengan kota lainya, sehingga sistem zonasi yang diterapkan masih belum sesuai dengan kota Batam," jelasnya. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help